Skripsi
Perbedaan pengaruh latihan core muscle (variasi plank dan variasi squat) terhadap peningkatan kecepatan pemain sepakbola Akademi Arema FC U 16 / Lutvi Vernando Widiyanto
Abstrak
Sepakbola adalah olahraga tim yang dimainkan oleh dua tim masing-masing terdiri dari sebelas pemain termasuk penjaga gawang tuujuan dari permainan ini untuk mencetak sebanyak mungkin gol ke gawang lawan serta menjaga agar gawang sendiri tidak kebobolan. Sepakbola menuntut untuk pemain dapat menguasi teknik dasar bermain sepakbola salah satunya adalah kecepatan pemain sepakbola dapat meningkatkan kecepatan dengan Latihan core muscle dengan bentuk latihan variasi plank dan variasi squat kecepatan dalam sepakbola memiliki manfaat pada saat bergerak berlari mengejar bola mencari ruang menggiring bola serta pada saat menyerang maupun ketika bertahan. Metode penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain ldquo two group pretest posttest desain rdquo populasi dalam penelitian ini adalah 38 pemain Akademi Arema FC U 16 dan sampel 30 pemain dengan teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling kelompok di bagi menjadi dua kelompok eksperimen 1 plank dan kelompok eksperimen 2 squat. pembagian kelompok menggunakan teknik Matching. Penelitian ini dilaksanakan di lapangan di 3 lapangan sepak bola yang berbeda yaitu lapangan sepakbola Surojoyo Sempalwadak Kabupaten Malang Lapangan Rampal Kota Malang dan lapangan sepakbola ITN 2 Malang Kota Malang dan dilakukan selama 16 kali pertemuan dengan frekuensi 3 kali seminggu. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan tes lari 60 meter dengan nilai reliabilitas 0 92 dan validitas sebesar 0 92. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan pretest dan posttest. Analisi data pada penelitian ini menggunakan software IBM SPSS Statistic Versi 29 Teknik analisis yang digunakan meliputi Analisis deskriptif Uji Normalitas menggunakan uji Harley Uji Homogenitas menggunakan uji Lavene Uji Hipotesis menggunakan paired sampel t test dan independent t test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedua kelompok berdistribusi normal pada kelompok eksperimen 1 (plank) nilai signifikansi 0 863 pada pretest dan 0 199 pada posttest sedangkan pada kelompok eksperimen 2 (squat) nilai signifikansi 0 414 pada pretest dan 0 908 pada posttest. Uji homogenitas kedua kelompok eksperimen memiliki nilai signifikansi 0 421. Uji hipotesis paired sampel t test untuk kelompok eksperimen 1 (plank) memiliki nilai signifikansi 0 003 lt 0 05 maka H ditolak dan H diterima dan kelompok eksperimen 2 (squat) memiliki nilai signifikansi 0 001 lt 0 05 maka H ditolak dan H diterima yang berarti terdapat pengaruh dari kedua perlakuan plank dan squat. sedangkan uji independemt t test kedua kelompok memiliki perbedaan yang signifikan dengan diketahui nilai signifikansi 0 013 lt 0 05 maka H ditolak dan H diterima dengan diketahui kelompok eksperimen 2 (squat) memiliki pengaruh lebih signifikan dengan selisih nilai kelompok eksperimen 2 (squat) sebesar 0 38 lebih tinggi dari pada nilai kelompok eksperimen 1 (squat) sebesar 0 08. Berdasarkan hasil uji paired sampel t test diketahui bahwa kelompok eksperimen 1 (plank) dan kelompok eksperimen 2 (squat) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan hasil kecepatan lari pemain Akademi Arema FC U 16. Sedangkan uji independent sampel t test diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen 1 (plank) dan kelompok eksperimen 2 (squat) dengan hasil kelompok eksperimen 2 (squat) memiliki pengaruh yang lebih signifikan dibandingkan kelompok eksperimen 1 (plank).