Skripsi
Pelestarian tinggalan arkeologi mengacu pada rencana tata bangunan dan lingkungan kawasan heritage kota lama GRESIK sebagai objek wisata / Alfrido Raka Muhammad
Abstrak
Pemberian tagline ldquo Bandar Grissee rdquo merupakan tujuan branding wisata konsep heritage yang dilakukan pemerintah Kabupaten Gresik. Potensi tinggalan arkeologi di Kota Lama Gresik dalam pengembangannya sebagai daya tarik wisata belum terealisasi secara maksimal oleh pemerintah. Sebagian besar tinggalan memiliki permasalahan kualitas bangunan yang rendah dan tidak terawat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui persebaran tinggalan arkeologi dan menentukan arahan upaya pelestarian yang sesuai pada Kawasan Kota Lama Gresik sebagai objek wisata. Metode yang digunakan merupakan metode kuantitatif dengan teknik analisis evaluatif dan development. Data primer pada penelitian ini didapatkan dari observasi ground check dan Focus Group Discussion. Data sekunder berupa dokumen dari instansi terkait dan data spasial. Setiap blok pada Kawasan Kota Lama Gresik memiliki sebaran tinggalan arkeologi sebaran paling banyak terdapat pada Blok A Kawasan Kemasan. Arahan pelestarian fisik pada objek dengan potensial rendah dapat melakukan perubahan fisik dengan skala sedang-besar melalui arahan pelestarian berupa rehabilitasi atau rekonstruksi. Objek potensial sedang hanya dapat melakukan perubahan fisik dengan skala kecil melalui arahan pelestarian berupa konservasi restorasi atau rehabilitasi. Objek dengan nilai potensial tinggi memiliki batasan dengan skala sangat kecil agar tidak merubah keaslian dengan beberapa opsi arahan pelestarian yaitu preservasi konservasi restorasi rehabilitasi atau rekonstruksi. Kriteria yang memiliki pengaruh paling tinggi dalam arahan pelestarian Kawasan Kota Lama Gresik adalah kelangkaan dan keluarbiasaan.