Skripsi
Uji akurasi foto udara hasil metode direct dan indirect georeferencing dengan wahana uav fixed wing vertical take-off landing (v-tol) untuk pemetaan bidang tanah / Fikri Adinata
Abstrak
Fotogrametri dengan wahana UAV sudah lama digunakan sebagai teknologi dalam percepatan pelaksanaan pengukuran dan juga pemetaan bidang tanah. Resolusi spasial dari UAV/drone yang tinggi dapat menghasilkan skala peta yang besar dan teliti dengan cakupan wilayah tertentu dengan waktu yang singkat. Pada penelitian ini menggunakan wahana UAV dengan Jenis Fixed wing Vertical Take-Off Landing (V-TOL) yang dilengkapi dengan Receiver Post Processing Kinematic (PPK). Metode yang digunakan dalam penelitian menggunakan metode direct dan indirect georeferencing. Dalam proses akuisisi data lapangan dengan wahana UAV fixed wing V-TOL dilengkapi dengan PPK sehingga ukuran dan posisi objek yang direkam dapat ditentukan. Rencana terbang yang digunakan ketinggiannya 200 m dengan overlap sebesar 80% dan sidelap sebesar 60%. Direct georeferencing yang hanya menggunakan satu base atau titik GCP saja karena merupakan titik dimana titik itu dipakai juga saat penerbangan pesawat. Pada indirect georeferencing memiliki jumlah GCP sebanyak 9 titik dengan waktu pengukuran pada setiap titiknya plusmn 1 jam. Untuk titik ICP nya diletakkan diantara titik GCP. Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini dilakukan dengan membandingkan posisi titik ICP pada peta hasil foto udara dengan pengukuran di lapangan. Hasil yang didapatkan dari metode indirect georeferencing nilai CE90 sebesar 0 173 m dan nilai LE90 sebesar 0 398 m yang berarti memenuhi standar. Hasil dari direct georeferencing CE90 sebesar 0 337 m dan nilai LE90 sebesar 0 676 m sehingga metode ini juga memenuhi standar ketelitian. Jadi hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan V-TOL dengan kedua metode direct dan indirect georeferencing terbukti membantu pemetaan bidang tanah dan memenuhi standar peta kadaster 1 1000 yang sudah ditetapkan di preaturan kepala BIG Nomor 15 tahun 2014. Jika ingin hasil citra yang didapatkan semakin teliti maka gunakan titik kontrol tanah atau GCP secara merata dan menyesuaikan dengan kondisi topografi dan juga luassan area yang akan dipetakan.