Disertasi
Perkembangan pembelajaran konsep-konsep asam-basa dan kemampuan berpikir ilmiah pembelajar di Minahasa / Eldat Wira Santa
Abstrak
Kurikulum memainkan peran penting dalam kemajuan pendidikan karena berfungsi sebagai panduan kerangka kerja yang menentukan jalur proses belajar mengajar. Kedalaman dan keluasan materi yang berbeda pada pembelajar dapat menimbulkan kesenjangan dalam pemahaman. Pengembangan dan pemahaman konseptual berhubungan dengan model mental sehingga tujuan penelitian ini yaitu menganalisis dan mendeskripsikan model mental yang ada pada pembelajar dalam memahami konsep asam basa menggunakan instrumen tes pemahaman asam basa menganalisis dan mendeskripsikan perkembangan pemahaman pembelajar dalam memahami konsep asam basa menggunakan instrumen tes pemahaman asam basa menganalisis dan mengkategorikan Kemampuan Berpikir ilmiah Mahasiswa yang diukur oleh LCTSR dan menganalisis apakah terdapat hubungan antara kemampuan berpikir ilmiah (KBI) dengan Perkembangan pemahaman Konsep pada Materi Asam-Basa pada mahasiswa. Desain penelitian yang digunakan adalah studi Cross-sectional dengan subyek penelitian yaitu siswa kelas XI IPA SMAN 1 Langowan sebanyak 63 siswa SMAN 1 Tondano sebanyak 52 siswa dan SMAN 1 Kawangkoan sebanyak 38 siswa mahasiswa semester 2 sebanyak 30 mahasiswa dan mahasiswa semester 4 sebanyak 40 mahasiswa dari Jurusan Kimia Universitas Negeri Manado. Instrumen yang digunakan adalah instrumen open ended question dengan jumlah 28 butir soal dengan rincian model asam basa 8 soal reaksi autoionisasi air dan kesetimbangan 4 soal kekuatan asam basa 7 soal pH larutan asam dan basa 2 soal titrasi asam dan basa 3 soal indikator asam basa 1 soal buffer 1 soal hidrolisis garam 2 soal. Untuk kemampuan berpikir ilmiah digunakan soal dari terjemahan Classroom Test Scientific Reasoning(Lawson 2004). Hasil Penelitian menunjukan bahwa model mental fenomena model mental inferensi dan model mental ilmiah untuk siswa 22 43 25 82 dan 19 83 mahasiswa semester 2 yaitu 11 08 30 53 dan 44 57 sedangkan mahasiswa semester 4 yaitu 8 39 36 51 dan 53 41. Perkembangan pemahaman konsep asam basa pada pembelajar sama-sama menunjukkan terdapat tiga kelas pemahaman yaitu kelas pemula menengah dan mahir. Kemampuan berpikir ilmiah mahasiswa paling banyak berada pada level formal tetapi pada tingkat rendah (Low formal). Terdapat hubungan korelasi yang kuat antara pemahaman konsep asam basa dengan kemampuan berpikir ilmiah.