Skripsi
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe student teams achievement division (stad) untuk meningkatkan hasil belajar pemeriksaan whell bearing dan ban siswa kelas xi TKRO SMK 3 Malang / WISNU DIKFA AFRIANTANA
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD untuk meningkatkan hasil belajar Pemeriksaan Wheel Bearing dan Ban pada siswa kelas XI-C TKRO SMK PGRI 3 Kota Malang (2) Deskripsi hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pemeriksaan Wheel Bearing dan Banpada siswa kelas XI-C TKRO SMK PGRI 3 Kota Malang pada siklus I (3) Deskripsi hasil belajar siswa pada Pemeriksaan Wheel Bearing dan Ban pada siswa kelas XI-C TKRO SMK PGRI 3 Kota Malang pada siklus II (4) Peningkatan hasil belajar siswa dalam Pemeriksaan Wheel Bearing dan Ban dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada masa pra-siklus siklus I dan siklus II (5) Mengetahui ketercapaian target capaian kuantitatif ddan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan metode tes observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian yang berupa data kuantitatif dan kualitatif kemudian diolah dan dianalisis mengenai ketercapaian target kuantitatif dan kualitatif yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievment Division) dapat meingkatkan hasil belajar kompetensi pemeriksaan Wheel Bearing dan Ban yang ditunjukkan dengan proses belajar siswa dalam kegiatan berkelompok serta hasil tes baik pre-test maupun post-test yang dilakukan oleh siswa. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa pada materi Pemeriksaan Wheel Bearing dan Ban. Hal tersebut ditunjukkn dengan hasil penelitian berupa peningkatan hasil belajar siswa pada post test I ke post test II yang sudah mencapai angka keberhasilan yang diharapkan. Siswa yang pada siklus I mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal atau KKM yakni 5 siswa atau 22 72% menjadi 17 siswa atau 77 28%. Peningkatan hasil belajar siswa dalam Pemeriksaan Wheel Bearing dan Ban dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD yakni nilai terendah siswa pada pre-test siklus I adalah 32 nilai terendah pada post-test siklus I adalah 48 sedangkan nilai terendah pada pretest dan post-test siklus II adalah 72 dan 74 sedangkan nilai tertinggi siswa pada pre-test siklus I yakni 64 post-test siklus I yakni 86 dan pada siklus 2 nilai siklus II pre-test nilai tertinggi siswa yakni 84 dan pada post-test yakni 94. Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan menghasilkan peningkatan hasil belajar siswa kelas XI-C TKRO dalam Pemeriksaan Wheel Bearing dan Ban yang ditunjukkan melalui hasil bahwa pada masa pra-siklus hanya terdapat 3 siswa yang mendapatkan nilai di atas KKM sedangkan pada siklus I terdapat 5 siswa yang mendapatkan nilai di atas KKM dan pada siklus II terdapat 17 siswa yang mendapatkan nilai di atas KKM yang berarti dari hasil tersebut dapat dinyatakan terdapat peningkatan sebanyak 2 siswa lebih yang lulus pada siklus I dibandingkan dengan masa pra-siklus dan terdapat 12 siswa lebih yang lulus pada siklus II jika dibandingkan dengan siklus I dan terdapat 14 siswa lebih yang mencapai nilai di atas KKM pada siklus II jika dibandingkan dengan siklus I. Penelitian Tindakan Kelas dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD Pemeriksaan Wheel Bearing dan Ban di kelas XI-C TKRO SMK PGRI 3 Kota Malang memenuhi target kuantitatif berupa terdapat 75% siswa di dalam kelas yang mendapatkan nilai di atas KKM di mana hasil penelitian menunjukkan terdapat 77 28% siswa yang mendapatkan nilai di atas KKM. Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan juga memenuhi target kualitatif yakni mengadakan kompetensi baik hard skill maupun soft skill pada siswa kelas XI-C TKRO yakni penerapan budaya kerja industri pemahaman profesi kewirausahaan pemahaman servis berkala unit kendaraan pemahaman perkembangan teknologi otomotif pemahaman prosedur penggunaan peralatan dan perlengkapan di tempat kerja dan pemberlakuan pemeriksaan komponen yang sesuai dengan prosedur perbaikan manual serta kemampuan siswa dalam melakukan perakitan komponen elektronika dasar.