Skripsi
Perbandingan kinerja antara sistem struktur gedung menggunakan shear wall dengan sistem struktur gedung menggunakan fluid viscous damper (studi kasus gedung research center UPN “veteran” JAWA TIMUR) / Imanuel Mada Galih Pakarti
Abstrak
Struktur gedung yang berada di lingkungan yang sering mengalami gempa bumi akan mengalami getaran serius selama masa pakainya yang kemudian mengakibatkan kerusakan struktural dan berpotensi mengalami kegagalan struktur. Solusi tradisional untuk menahan beban gempa yaitu dengan menambahkan shear wall pada struktur untuk meningkatkan kekakuan struktur. Namun hal ini akan meningkatkan beban seismik karena adanya penambahan massa pada struktur. Dalam beberapa dekade terakhir teknik disipasi energi menggunakan fluid viscous damper cukup populer digunakan. Teknik ini cukup menjanjikan dalam mengurangi getaran struktur dengan cara meredam sebagaimana shock absorber pada mobil. Gedung Research Center UPN ldquo Veteran rdquo Jawa Timur merupakan sebuah gedung yang terletak di Kota Surabaya Jawa Timur. Gedung ini terdiri dari 7 lantai top floor dengan sistem penahan gaya lateral berupa shear wall. Pada penelitian ini struktur gedung akan diredesain dengan menghilangkan shear wall-nya dan menggantinya dengan peredam tipe fluid viscous damper. Analisis kinerja struktur akan dilakukan pada kedua jenis struktur tersebut dan dievaluasi kontrol kinerjanya berdasarkan periode fundamental gaya geser dasar partisipasi massa perpindahan dan simpangan antar tingkat. Dibuat 3 pola penempatan peredam untuk melihat perbedaannya dan mengetahui pola penempatan yang paling efektif. Metode yang digunakan adalah analisis dinamik respon spektrum menggunakan program bantu ETABS. Hasil analisis menunjukkan struktur berperedam pola 2 (FVD 2) mampu memenuhi seluruh aspek kontrol kinerja struktur dengan baik dan menjadi pola paling efektif dibanding pola 1 dan pola 3. Namun sistem penahan beban lateral shear wall masih menjadi teknik terbaik dibandingkan sistem peredam FVD untuk bangunan bertingkat level menengah yaitu dibawah 7 lantai (26 m). Karena pada penelitian ini keefektifan FVD dibanding shear wall baru terlihat pada lantai 7 dan top floor.