Skripsi
Analisis kinerja simpang apill pada jalan dirgantara-jalan danau ranau dan jalan danau toba-jalan ranugrati Kota MALANG menggunakan metode pkji 2023 / Widya Parameswara Kawasti Zenita
Abstrak
Masalah yang paling sering terjadi pada sebuah jalan merupakan titik persimpangan hal ini disebabkan oleh bertemunya dua ruas jalan ataupun lebih. Semakin padat kendaraan yang ada di suatu ruas jalan maka dapat menyebabkan kepadatan lalu lintas di sejumlah lokasi sehingga menyebabkan munculnya kemacetan. Masalah kemacetan ini juga terjadi di persimpangan di Kota Malang yaitu di Persimpangan Dirgantara dan Persimpangan Ranugrati. Daerah Jalan Raya Sawojajar dan Jalan Ranugrati merupakan daerah pertokoan dan perumahan yang membuat daerah ini padat penduduk. Kedua persimpangan tersebut memiliki jarak 40 m dengan ruas jalan penghubung antara dua persimpangan tersebut bernama Jalan Danau Toba. Penelitian bertujuan untuk (1) menganalisis kinerja dan solusi alternatif Simpang APILL pada Simpang Dirgantara dan Simpang Ranugrati pada kondisi eksisting (2) menganalisis koordinasi antar Simpang APILL Simpang Dirgantara dan Simpang Ranugrati dan (3) menganalisis kinerja Simpang APILL Simpang Dirgantara dan Simpang Ranugrati terhadap pertumbuhan kendaraan pada 5 tahun mendatang. Metode penelitian yang digunakan berpedoman pada PKJI 2023. selanjutnya menggunakan perhitungan offset dan bandwidth untuk menganalisis koordinasi antar Simpang APILL. Kemudian untuk perhitungan perkiraan kinerja simpang 5 tahun mendatang menggunakan PKJI 2023 kembali. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa (1) kinerja Simpang APILL kondisi hasil survei sangat jenuh karena pada Simpang Dirgantara memiliki nilai DJ 0 95 dan Simpang Ranugrati 0 94. Tundaan simpang rata-rata untuk Simpang Dirgantara sebesar 70 SMP/Jam sedangkan Simpang Ranugrati memiliki nilai tundaan simpang rata-rata sebesar 73 SMP/Jam kategori F. Alternatif yang diberikan perubahan fase dan pelarangan belok kanan menghasilkan nilai DJ sebesar 0 83 untuk Simpang Dirgantara dan 0 84 untuk Simpang Ranugrati (2) Simpang Dirgantara dan Simpang Ranugrati dapat terkoordinasi dmenggunakan waktu siklus baru yaitu 70 detik sehingga menghasilkan nilai DJ untuk Simpang Dirgantara 0 82 dan 0 84 untuk Simpang Ranugrati dan kedua berada pada tingkat pelayanan C (3) Perkiraan kinerja Simpang APILL untuk 5 tahun mendatang diperoleh nilai DJ sebesar 1 62 untuk Simpang Dirgantara dan 1 49 untuk Simpang Ranugrati.