Skripsi
Hubungan keterlibatan di pinjaman modal usaha dengan literasi keuangan keluarga Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten TRENGGALEK / Adelia Jihan Tiara Sari
Abstrak
Keluarga kategori pra sejahtera disebabkan salah satunya adalah karena keterlibatan pada pinjaman modal usaha di lembaga-lembaga yang menawarkan pinjaman. Rendahnya tingkat pendidikan dan banyaknya pengangguran di Desa Karangsoko menyebabkan sebagian besar masyarakat memilih terlibat dalam pinjaman modal usaha. Akan tetapi modal usaha yang seharusnya digunakan untuk mengembangkan usahanya tak jarang ditemui justru digunakan untuk membeli kebutuhan hidup sehari-hari. Literasi keuangan keluarga sangat penting karena dapat mempengaruhi seseorang dalam mengalokasikan sumber pendapatan untuk disimpan modal usaha ataupun untuk kebutuhan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui diantaranya (a) tingkat keterlibatan di pinjaman modal usaha (b) tingkat literasi keuangan keluarga (c) hubungan keterlibatan di pinjaman modal usaha dengan literasi keuangan keluarga. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan metode pengambilan sampel non probability sampling berupa teknik Snowball Sampling dan sampel yang digunakan sebanyak 50 responden yaitu masyarakat Desa Karangsoko yang memiliki keterlibatan di pinjaman modal usaha. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala likert dan menghasilkan data ordinal. Pada variabel keterlibatan di pinjaman modal usaha (X) nilai validitas gt 0 334 dan nilai reliabilitas ge 0 7. Pada variabel literasi keuangan keluarga (Y) nilai validitas Pearson Correlation gt 0 334 dan nilai reliabilitias ge 0 7. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasinya yaitu 0 274 dan nilai signifikansi sebesar 0 054 di mana artinya tingkat kekuatan korelasi atau hubungannya adalah rendah dengan arah hubungan yang positif. Saran yang diberikan yaitu (1) Bagi masyarakat Desa Karangsoko yang memiliki keterlibatan di pinjaman modal usaha diharapkan meningkatkan kemampuan literasi keuangan dikarenakan apabila tingkat literasi keuangan baik maka diharapkan mampu mengelola dan memahami resiko uang pinjaman (2) Bagi pihak lembaga penyedia pinjaman modal usaha diharapkan bantuan modal diimbangi dengan pemberdayaan berupa pendampingan dan pendidikan agar mampu mempercepat proses pemberdayaan ekonomi masyarakat (3) Bagi peneliti selanjutnya yang melakukan penelitian serupa diharapkan mampu mengembangkan penelitian ini dengan populasi dan sampel yang lebih luas.