Skripsi
Pengaruh fatherless terhadap identitas gender anggota komunitas Persatuan Waria Kota Madya Surabaya (perwakos) / Salsabilla Aulia Nazmi
Abstrak
Penelitian ini mengkaji pengaruh fatherless terhadap pembentukan identitas gender pada anggota komunitas PERWAKOS dengan fokus pada individu yang mengidentifikasi diri sebagai waria. Fatherless merupakan fenomena yang semakin umum terjadi sementara kehadiran seorang ayah sangat penting bagi perkembangan anak termasuk dalam pembentukan identitas gender yang berkembang dari masa anak-anak hingga stabil di masa dewasa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan subjek penelitian sejumlah 183 anggota PERWAKOS menerapkan teknik regresi logistik untuk mengeksplorasi hubungan pengaruh antara tingkat fatherless dan identitas gender feminin maskulin dan androgini. Pengumpulan data diambil dengan instrumen skala fatherless dan skala identitas gender. Skala fatherless memiliki 22 item valid dengan reliabilitas sebesar 0 886 dan skala identitas gender memiliki 60 item valid dengan reliabilitas sebesar 0 891. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fatherless berpengaruh signifikan terhadap identitas gender dengan nilai signifikansi 0 000 lt 0 05 dan nilai R-square sebesar 0 545 yang mengindikasikan bahwa fatherless dapat menerangkan 54 5% identitas gender pada anggota PERWAKOS sementara 45 5% sisanya dijelaskan oleh variabel lain. Besaran koefisien determinasi menunjukkan bahwa variabel fatherless dapat menjelaskan 54 5% variabilitas dalam identitas gender dengan nilai R-square untuk maskulin sebesar 0 393 feminin 0 245 dan androgini 0 104 yang menunjukkan pengaruh yang lebih besar.