Tesis
Makna transformasi digital di bidang rolling stock maintenance bagi pekerja balai yasa manggarai pt. kereta api Indonesia (persero) / Fri Anistuti
Abstrak
Latar belakang penelitian ini adalah Melekatnya teknologi dalam kehidupan sehari-hari menjadi salah satu ciri era digitalisasi. Meskipun digitalisasi sudah menjadi suatu kebutuhan digitalisasi juga menguji adaptabilitas organisasional tak terkecuali Balai Yasa Manggarai. Organizational learning capability dan TOE Framework menjadi dasar dalam penilaian kesiapan dan pemaknaan transformasi digital dalam organisasi. Mengingat adaptabilitas perusahaan juga ditentukan oleh kemampuan perusahaan dalam bertransformasi dan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana transformasi digital dimaknai oleh karyawan Balai Yasa Manggarai melalui pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan wawancara sebagai instrumen penelitian yang kemudian diolah menggunakan NVIVO 12 Pro. Adapun proses wawancara dilakukan kepada 10 orang key informan yang terdiri atas pelaksana junior supervisor supervisor assistant manager dan manager dari berbagai diivisi pada Balai Yasa Manggarai. Hasil pemaknaan transformasi digital dijabarkan dalam aspek teknologi organisasi dan lingkungan sesuai dengan TOE. Dari aspek technology Balai Yasa Manggarai telah memilih teknologi yang sesuai dengan kebutuhan dan meningkatkan efisiensi. Dari aspek organization jajaran manajemen memberikan dukungan yang baik dan seluruh tim dapat bersinergi. Dan terakhir pada aspek environment menyatakan bahwa transformasi digital membuahkan perubahan mindset dan budaya kerja pada Balai Yasa Manggarai menjadi lebih baik. Secara keseluruhan dapat diartikan bahwa transformasi digital dimaknai sebagai sarana dan prasarana sinergi antar jabatan yang berdampak baik pada aspek teknis dan non teknis pada Balai Yasa Manggarai sehingga mampu meningkatkan pencapaian KPI. Hambatan yang dialami selama implementasi transformasi digital tak luput dari kendala teknis dan proses adaptasi pegawai. Sementara kedepannya diharapkan aspek teknis dapat ditingkatkan fasilitas dan juga kemampuan belajar masing-masing pegawainya. Hasil penelitian ini diharapkan mampu menjadi research gap baru untuk penelitian di masa yang akan datang utamanya untuk dapat menguji hasil penelitian ini dengan pendekatan kuantitatif sehingga diharapkan terdapat keabsahan dan bukti mengenai transformasi digital pada jajaran perusahaan BUMN lainnya