Skripsi
Efektivitas bioprisma dan microbac dalam menurunkan kadar biological oxygen demand (bod) pada air limbah tempe di Kelurahan Selogabus Kabupaten Tuban / Erfa Duwi Puspitasari
Abstrak
Pencemaran air masih menjadi permasalahan lingkungan di Indonesia yang salah satunya disebabkan oleh pembuangan limbah industri. Limbah cair tempe yang dibuang langsung tanpa adanya proses pengolahan akan menyebabkan pencemaran. Limbah cair tempe terdapat kandungan senyawa organik yang tinggi sehingga bisa menyebabkan dampak negatif yang berakibat dapat menurunkan kualitas air. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas bioprisma dan microbac dalam menurunkan kadar Biological Oxygen Demand (BOD) pada air limbah tempe. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan perlakuan penambahan bioprisma dan microbac dengan konsentrasi 7% 9% 11%. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukan kadar BOD air limbah tempe sebelum dilakukan pengolahan sebesar 383 89 mg/L. Setelah dilakukan pengolahan dengan penambahan bioprisma 7% 9% 11% penurunan pada hari ke-15 sebesar 193 93mg/L 157 21mg/L 104 49mg/L dengan efektivitas penurunan sebesar 47 82% 56 46% 70 46%. Sedangkan penambahan microbac 7% 9% 11% mendapatkan penurunan pada hari ke-15 sebesar 145 43mg/L 104 01mg/L 71 69mg/L dengan efektivitas sebesar 59 15% 69 53% dan 78 31%. Perlakuan yang paling efektif dalam menurunkan kadar BOD air limbah tempe ialah perlakuan microbac dengan konsentrasi 11% dengan penurunan sebesar 78 31%. Bagi industri tempe diharapkan dapat menerapkan pengolahan dengan memanfaatkan mikroorganisme dalam proses pengolahan limbah cair industri tempe sebelum limbah dibuang ke lingkungan dan bagi peneliti lain dapat menggunakan bioprisma atau microbac untuk mengolah air limbah dengan konsentrasi dan limbah yang berbeda.