Skripsi
Produksi biosurfaktan dari bakteri indigen bacillus altitudinis mpp-2 menggunakan sumber karbon minyak jelantah / Putri Nafisah
Abstrak
Biosurfaktan merupakan senyawa metabolit sekunder yang dapat diproduksi oleh beberapa jenis mikroorganisme salah satunya adalah bakteri. Biosurfaktan memiliki karakteristik yang hampir sama dengan surfaktan sintetis yakni mampu menurunkan tegangan permukaan namun lebih ramah lingkungan. Salah satu keterbatasan pada produksi biosurfaktan adalah mahalnya biaya produksi. Penggunaan minyak jelantah sebagai sumber karbon bagi mikroba penghasil biosurfaktan dapat dijadikan alternatif untuk menekan biaya produksi biosurfaktan. Bacillus altitudinis MPP-2 merupakan bakteri indigen dari hutan mangrove Patuguran Pasuruan. Berdasarkan penelitian sebelumnya bakteri ini diketahui dapat menghasilkan biosurfaktan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui konsentrasi minyak jelantah dan waktu inkubasi optimal untuk produksi biosurfaktan dari B. altitudinis MPP-2 (2) memproduksi biosurfaktan dari B. altitudinis MPP-2 menggunakan konsentrasi minyak jelantah dan waktu inkubasi optimal (3) mengetahui perubahan komposisi minyak jelantah selama fermentasi dan (4) mengetahui potensi biosurfaktan yang dihasilkan dari B. altitudinis MPP-2 sebagai bioemulsifier. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahap yaitu (1) penentuan konsentrasi minyak jelantah (v/v) dan waktu inkubasi optimal untuk produksi biosurfaktan dari B. altitudinis MPP-2 (2) produksi biosurfaktan menggunakan konsentrasi minyak jelantah dan waktu inkubasi optimal (3) melakukan karakterisasi asam lemak pada minyak jelantah sebelum dan sesudah fermentasi menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectra (GC-MS) dan (4) melakukan uji potensi bioemulsifier melalui indeks emulsifikasi (IE24). Berdasarkan hasil penelitian produksi biosurfaktan terbaik oleh B. altitudinis MPP-2 dihasilkan pada media produksi mengandung minyak jelantah sebanyak 3% (v/v) dengan waktu inkubasi selama 72 jam dengan penurunan tegangan permukaan mencapai 31 5 plusmn 2 26 mN/m dan diameter penyebaran minyak sebesar 26 plusmn 1 mm. Biosurfaktan hasil ekstraksi berwarna coklat kemerahan dengan yield sebesar 0 00253 g/ml. Berdasarkan hasil GC-MS setelah fermentasi ditemukan beberapa senyawa baru yaitu gliserol (0 22%) asam 9 12-oktadekadinoat (0 05%) dan asam 9-oxo-nonanoat (0 03%) serta terdapat penurunan sebesar 1 80% pada senyawa asam heksadekanoat dan 0 83% pada senyawa asam 9-oktadekanoat. Potensi biosurfaktan dari B. altitudinis MPP-2 sebagai bioemulsifier cukup rendah dengan hasil indeks emulsifikasi tertinggi hanya mencapai 29%.