Skripsi
Pengaruh penggunaan light shelf terhadap pencahayaan alami pada bangunan / Fikri Alfarizqi
Abstrak
Lahan yang terbatas dan peningkatan kebutuhan sarana fisik pada area kampus mendorong pembangunan gedung tinggi di kampus Universitas Negeri Malang. Hal ini menjadi tantangan bagi perencana untuk memasukkan pencahayaan alami pada tiap ruang. Pada beberapa ruangan terdapat desain ruang kelas yang memanjang kearah dalam bangunan sehingga terdapat perbedaan intensitas cahaya yang sangat kontras antara area yang dekat bukaan dengan area dalam yang jauh dari bukaan jendela. Dari pengaruh kedalaman ruang tersebut dapat menyebabkan distribusi cahaya yang tidak merata karena cahaya yang masuk tidak mencapai bagian terdalam pada ruang. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui pengaruh penggunaan light shelf terhadap distribusi pencahayaan alami pada ruang kelas di gedung FIS UM (2). Untuk mengetahui desain light shelf yang paling tepat dengan standar intensitas pencahayaan untuk fungsi ruang kelas yang ditetapkan oleh SNI. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental dengan pendekatan komparatif-kuantitatif dari berbagai variabel yang akan diujikan. Pengujian dilakukan dengan simulasi menggunakan software DIALux evo 12.0 dan hasilnya akan di analisis berdasarkan SNI. Rancangan penelitian dimulai dari studi literatur survey lapangan pengukuran kondisi eksisting alternatif desain dan rekomendasi desain. Hasil penelitian menunjukkan (1) Penggunaan light shelf berpengaruh signifikan dalam meningkatkan performa pencahayaan alami pada ruang kelas hal ini dibuktikan dengan analisis regresi linier menggunakan SPSS untuk distribusi pencahayaan alami yang memenuhi SNI 250 lux pada pukul 09.00 dengan variabel yang berpengaruh adalah sudut kemiringan bahan material posisi bentuk dan luas penampang menghasilkan persamaan Y1 0 064 X1 ndash 0 228 X2 ndash 0 844 X3 ndash 0 360 X4 ndash 0 351 X5 selanjutnya untuk distribusi pencahayaan alami yang memenuhi SNI 250 lux pada pukul 12.00 dengan variabel yang berpengaruh adalah sudut kemiringan bahan material posisi bentuk dan luas penampang menghasilkan persamaan Y2 0 383 X1 ndash 0 188 X2 ndash 0 483 X3 ndash 0 222 X4 ndash 0 377 X5 sedangkan untuk distribusi pencahayaan alami yang memenuhi SNI 250 lux pada pukul 15.00 dengan variabel yang berpengaruh adalah sudut kemiringan bahan material posisi bentuk dan luas penampang menghasilkan persamaan Y3 -0 194 X1 ndash 0 282 X2 ndash 1 183 X3 ndash 0 551 X4 ndash 0 526 X5. (2) Urutan hasil rekomendasi desain light shelf dari yang paling optimal dalam meningkatkan pencahayaan alami pada ruang kelas dibanding kondisi eksisting yaitu bentuk light shelf dengan model pengujian 26 (15 deg Mirror Dalam Ruangan Datar 285 cm x 75 cm) sebesar 13 82% dari kondisi eksisting model pengujian 25 (15 deg Mirror Dalam Ruangan Datar 285 cm x 50 cm) sebesar 12 89% dari kondisi eksisting model pengujian 49 (30 deg Mirror Dalam Ruangan Datar 285 cm x 50 cm) sebesar 10 77% dari kondisi eksisting dan model pengujian 73 (45 deg Mirror Dalam Ruangan Datar 285 cm x 50 cm) sebesar 9 17% dari kondisi eksisting.