Tesis
Kajian sifat termofisik dan rheologi oli sintetik SAE 10w-30 dengan aditif serbuk nano CaCO3 terhadap ketahanan aus besi cor FC25 / Dany Ardymas Kurniawan
Abstrak
Keausan menjadi permasalahan utama dalam dunia otomotif yang disebabkan oleh gesekan antar komponen pada mesin kendaraan. Untuk meminimalisir keausan yang terjadi maka perlu adanya pelumas yang dapat melindungi permukaan dari gesekan. Pada saat ini pelumas dasar telah banyak berkembang dengan memanfaatkan material nano sebagai aditif yang berfungsi untuk meningkatkan spesifikasinya terutama dalam menurunkan gesekan yang terjadi. Dalam penelitian ini zat aditif yang digunakan adalah serbuk nano kalsium karbonat (CaCO3) yang berasal dari limbah kerang simping. Nanopartikel CaCO3 dipilih karena memiliki sifat anti aus dan tahan terhadap gesekan yang nantinya akan digunakan sebagai aditif pada pelumas dasar SAE 10W-30. Penelitian ini menghasilkan produk nanolubricant yang memiliki sifat anti aus dan tahan terhadap gesekan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis sifat termofisik rheologi dan performa nanolubricant dalam menurunkan nilai keausan pada material besi cor FC25. Rancangan riset yang digunakan berupa penelitian eksperimental. Setelah dilakukan pengujian hasil anslisis sifat termofisik dan rheologi menunjukkan bahwa nanolubricant memiliki sifat tribologi yang lebih baik dibandingkan degan pelumas dasar. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai tertinggi dari uji konduktivitas termal densitas dan viskositas masing-masing yaitu 0.139 W/m.K 812.203 kg/m3 dan 106 mPa.s. hasil pengujian tersebut linier dengan penambahan massa CaCO3 pada pelumas dasar. Hasil pengujian rheologi menunjukkan bahwa nanolubricant memiliki jenis aliran Newtonian. Dalam menentukan jenis aliran tersebut menggunakan hasil pengujian viskositas kemudian dihitung menggunakan rumus yang telah ditentukan. Sedangkan hasil pengujian yang terbaik dari performa nanolubricant meliputi coeficient of friction mass loss dan surface roughness masing-masing memiliki nilai 0.0706 0.0037 g dan 0.50 micro m. Hasil paling optimal ditunjukkan pada sampel nanolubricant dengan penambahan CaCO3 sebesar 0 1 wt% dimana dalam pengujian performa nanolubricant dapat membentuk lapisan tipis tribofilm pada permukaan material sehingga menghasilkan efek rolling ketika dua permukaan saling bergesekan.