Skripsi
Pengembangan modul interaktif materi energi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas 5 SD/ Lita Nur Arini
Abstrak
Pelaksanaan pembelajaran IPA pada materi energi di kelas 5 SDN Sananwetan 1 Kota Blitar dan di SDN Gedog 3 Blitar di nyatakan oleh guru belum memiliki media pembelajaran yang memadai dan media pembelajaran di sekolah belum memenuhi sesuai kebutuhan siswa belajar sehingga siswa kurang dala memiliki motivasi belajar terutama pada materi energi yang memerlukan media sebagai contoh untuk memberikan gambaran kepada siswa sehingga siswa dapat memahami dengan baik pembelajaran IPA dan memerlukan media pembelajaran yang dapat membuat siswa saling interaktif dan memiliki motivasi belajar. Berdasarkan permasalahan yang ada di SD tersebut dilakukannya penelitian sehingga membuat modul interaktif yang dibuat bertujuan untuk dapat menjadikan pembelajaran interaktif dan terdapat motivasi belajar dengan keseruan belajar dan bermain menggunakan media teknologi masa kini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian R amp D bertujuan untuk dapat melakukan penciptaan atas suatu produk menguji efektivitas serta membuat produk untuk dapat tersedia bagi seluruh masyarakat kemudian menggunakan prosedur model pengembangan ADDIE yang terdiri dari beberapa tahap yaitu analysis (analisis) Design (desain) Development (pengembangan) dan Evaluation (Evaluasi) bertujuan untuk dapat memperoleh kevalidan dan kepraktisan media untuk dapat membuat produk yang valid dan dapat digunakan di pembelajaran IPA dan juga mengevaluasi sikap siswa pada sikap motivasi belajar siswa. Penelitian dilaksanakan di dua SD yaitu di SDN Sananwetan 1 dan SDN Gedog 3 kelas 5 SD. Data yang dikumpulkan berupa data kevalidan dari ahli materi ahli media dan guru data kepraktisan dan kemenarikan dair siswa dan data motivasi belajar siswa dari observer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di kedua SD tersebut menyukai media pembelajaran modul interaktif dan dapat menguatkan motivasi belajar siswa pada materi energi pembelajaran IPA modul interaktif memperoleh kevalidan dari ahli materi sebesar 91 7% dikatakan sangat valid ahli media 93 75% dikategorikan sangat valid kepraktisan oleh guru mendapatkan presentase sebesar 95% dikategorikan sangat valid kemenarikan media modul interaktif di SDN Gedog 1 memperoleh presentase 100% dan kepraktisan media modul interaktif di SDN Gedog 3 memperoleh presentase 96 66 % kemenarikan media modul interaktif di SDN Sananwetan 1 memperoleh presentase 99 17% dan kepraktisan media modul interaktif di SDN Sananwetan 1 memperoleh presentase 98% presentase modul interaktif dapat menguatkan motivasi belajar siswa pada SDN Gedog 3 memperoleh presentase 95 54% Dan SDN Sananwetan 1 memperoleh presentase 97 2% yang dikategorikan sangat valid modul interaktif dapat digunakan sebagai media pembelajaran Maka dari itu disimpulkan bahwa sekolah membutuhkan media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan guru serta sesuai dengan perkembangan zaman agar dapat belajar dengan pola belajar yang berkembang dan maju. Sehingga dibuatlah produk modul interaktif yang dapat menjadikan pembelajaran interaktif dan kekinian pada penelitian ini perlu pengembangan lebih lanjut untuk dapat menyempurnakan media modul interaktif yang telah dibuat. Tetapi pada penelitian ini dan media pembelajaran modul interaktif memiliki kekurangan dan kelebihan yang diharapkan dapat dikembangkan oleh peneliti berikutnya.