Skripsi
Pola distribusi spasial deforestasi kawasan hutan lindung Kecamatan Bantur Kabupaten Malang pada tahun 1994 – 2020 menggunakan citra landsat multitemporal / Eva Indra Sofiana
Abstrak
Kawasan hutan lindung memegang peranan penting dalam menjaga kestabilan iklim dan kesuburan tanah serta meminimalisir erosi dan banjir sehingga keberadaannya harus dijaga kelestariannya. Namun deforestasi telah dialami oleh kawasan hutan lindung Kecamatan Bantur. Fenomena tersebut diperparah oleh keberadaan jalur lintas selatan jual beli lahan dan pemberlakuan hutan sosial. Pemantauan deforestasi di Kecamatan Bantur diperlukan untuk mengenali pola deforestasi beserta faktor yang mendeterminasi deforestasi tersebut. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk memetakan pola distribusi spasial deforestasi di kawasan hutan lindung Kecamatan Bantur tahun 1994 - 2004 2004 - 2014 2014 - 2020 serta mengidentifikasi profil deforestasi di area studi pada tahun tersebut. Metode yang digunakan untuk memetakan deforestasi yaitu melalui klasifikasi lahan dengan membandingkan hasil terbaik dari pengolahan beberapa algoritma (random forest CART dan SVM) dan sistem informasi geografis untuk deteksi perubahan tutupan lahan dengan menggunakan post change detection. Data yang digunakan meliputi citra landsat 5 7 dan 8 serta shapefile batas area kajian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Desa Bandungrejo mengalami perluasan deforestasi di setiap periode. Distribusi deforestasi terkonsentrasi pada perbatasan kawasan hutan lindung dengan hutan produksi kawasan wisata dan jalan. Berdasarkan profil deforestasi desa yang sangat rentan terhadap deforestasi adalah Desa Bandungrejo adapun Desa Sumberbening masuk dalam kategori rentan terhadap deforestasi sedangkan Desa Srigonco merupakan desa tidak rentan terhadap deforestasi. Oleh sebab itu Desa Bandungrejo sebaiknya mendapatkan atensi dan diprioritaskan dalam peminimalisiran deforestasi di Kecamatan Bantur.