Skripsi
Analisis spasial dinamika perubahan garis pantai di Kabupaten Lumajang menggunakan citra landsat tahun 1989-2023 / Mardiyanto
Abstrak
Abrasi yang terjadi di Pantai TPI Kecamatan Tempursari Kabupaten Lumajang menyebabkan dampak yang sangat merugikan bagi penduduk yang bermukim di kawasan pesisir tersebut. Dampak dari abrasi tersebut antara lain merusak pemukiman warga hilang nya kebun warga serta terputus nya akses jalan antar kecamatan. Dari permasalahan tersebut diperlukan kajian dinamika garis pantai yang dapat menggunakan teknologi penginderaan jauh pendeteksian dinamika garis pantai dapat memanfaatkan data citra satelit Landsat yang dapat di ekstrak menjadi data garis pantai menggunakan rumus BILKO lalu dilakukan analisis menggunakan DSAS. Tujuan dari riset ini yaitu untuk mengetahui dinamika perubahan garis pantai di kabupaten Lumajang akibat abrasi dan akresi. Kecamatan yang tidak mengalami abrasi yakni kecamatan Yosowilangun yang di mana dari data selama 43 tahun kawasan wilayah ini mengalami akresi sedangkan wilayah kecamatan Tempursari yang mengalami dinamika perubahan pantai akibat akresi dan lalu terjadi abrasi pantai paling parah. Pada periode tahun 1989-1999 sampai 1999-2009 wilayah kecamatan ini mengalami akresi namun pada tahun selanjutnya terjadi abrasi sejumlah -359 84 meter dengan nilai rata-rata -129 94 meter laju perubahan pantai akibat abrasi sejumlah -10 664 meter/tahun dengan rata-rata -3 32 meter/tahun.