Tesis
Kepemimpinan spiritual Kepala Sekolah yang efektif dalam peningkatan motivasi dan kinerja guru pada Sekolah berbasis agama (studi multi situs SMK Muhammadiyah 7 gondanglegi dan SMA K Yos Sudarso batu ) / Galuh Ratna Sumenggar
Abstrak
Kepemimpinan spiritual memegang peranan penting dalam konteks organisasi termasuk sekolah. Keberhasilan kepemimpinan seorang kepala sekolah ditandai dengan kemampuannya mengelola sekolah secara efisien. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi multisitus mengambil data dari kepala sekolah dan guru serta dokumentasi terkait program kepemimpinan spiritual di dua sekolah dasar yaitu SMAK Yos Sudarso dan SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi yang telah menerapkan kepemimpinan spiritual. Analisis data dilakukan dengan Analisis Data Lintas Situs (cross-site analysis) dengan tahapan mengumpulkan data temuan membandingkan dan memerlukan pengkodean kemudian keabsahan data dilakukan dengan verifikasi triangulasi data yakni dengan cara melakukan pemadatan pada sumber data yakni dari data wawancara dokumentasi dan observasi yang dilakukan peneliti. Berdasarkan proses triangulasi sumber yang telah dilakukan maka hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa kepemimpinan spiritual dalam konteks pendidikan seperti yang diimplementasikan di SMAK Yos Sudarso dan SMK Muhammadiyah 7 Malang memiliki dampak signifikan terhadap motivasi dan kinerja guru. Di SMAK Yos Sudarso kepemimpinan yang ditunjukkan meliputi keterbukaan dan pemahaman yang mendalam terhadap visi sekolah yang diwujudkan melalui komunikasi motivasi dan pelatihan yang efektif. Keterlibatan kepala sekolah dalam kegiatan sekolah membantu memperkuat perubahan positif dan berkelanjutan. Sementara itu di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi pendekatan kepemimpinan melibatkan komunikasi rutin dan keterlibatan aktif yang memperkuat pemahaman serta kebersamaan dalam komunitas sekolah yang berbasis pada nilai-nilai agama. Pendekatan ini termasuk diskusi terbuka dan penghargaan yang mendorong keterlibatan semua anggota sekolah dan memotivasi mereka dalam menghadapi perubahan. Aspek kepemimpinan spiritual lain yang diteliti adalah bagaimana nilai iman harapan dan kasih berperan dalam meningkatkan keterlibatan dan motivasi di kedua sekolah. Di SMAK Yos Sudarso aktivitas keagamaan harian dan perayaan keagamaan mengintegrasikan nilai iman dan memperkuat komitmen serta kinerja staf. Di SMK Muhammadiyah 7 Malang nilai iman diterjemahkan dalam kegiatan dan pengajaran yang berfokus pada pengembangan karakter dan akhlak. Pengakuan atas kontribusi individu melalui penghargaan dan apresiasi juga ditekankan sebagai faktor penting dalam meningkatkan motivasi dan inovasi. Di SMAK Yos Sudarso penghargaan rutin dan dukungan untuk pengembangan profesional mendorong inovasi sementara di SMK Muhammadiyah 7 Malang kepala sekolah memberikan umpan balik objektif dan mendukung staf dalam lomba dan proyek. Keterlibatan staf dalam pengambilan keputusan di kedua sekolah menciptakan rasa kepemilikan dan motivasi yang lebih tinggi. Ini terwujud melalui rapat rutin komite dan kelompok kerja yang memperkuat rasa dihargai dan bertanggung jawab. Lingkungan kerja yang positif diciptakan melalui berbagai kegiatan yang mendukung kolaborasi dan kebersamaan. Secara keseluruhan temuan menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai agama melalui kepemimpinan spiritual memperkuat dedikasi dan kinerja dalam konteks sekolah berbasis agama. Penelitian ini menyarankan perlunya kepala sekolah di sekolah berbasis agama untuk terus mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dalam praktik mereka untuk meningkatkan motivasi dan kinerja guru. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi efektivitas kepemimpinan spiritual dalam pendidikan.