Skripsi
Pola interaksi masyarakat pada rumah tangga miskin di Kelurahan Dampit Kecamatan Dampit Kabupaten Malang / Nanda Andi Purnamansyah
Abstrak
Permasalahan kemiskinan terjadi akibat beberapa faktor salah satunya adalah faktor internal ataupun eksternal. Kemiskinan dapat terjadi pada siapapun dan kapanpun yaitu individu (seseorang) kelompok dan rumah tangga (suami istri dan anak). Timbal balik antar tiap manusia dapat berlanjut sampai kapanpun dan di manapun beberapa hal tersebut dapat mewujudkan kesejahteraan antar masyarakat Adanya kemiskinan ini menimbulkan suatu interaksi sosial yang dapat berdampak positif ataupun negatif. Selain itu beberapa akibat dari terbentuknya interaksi sosial ini merupakan wujud akan potensi spasial (wilayah) yang ada pada masyarakat. Kecamatan Dampit memiliki tingkat kemiskinan pada tahun 2022 sekitar 20.445 RT miskin yang berbeda dari kecamatan yang ada di Kabupaten lainnya. Perkembangan data Dinas Sosial dan kelurahan mengenai tingkat kemiskinan rumah tangga di Kabupaten Malang memiliki hasil dari tahun ke tahun meningkat dan berkembang. Tujuan dari penelitian tersebut adalah mendeskripsikan mengenai fenomena karakteristik kemiskinan bentuk dan pola interaksi serta kemampuan RT miskin untuk bertahan hidup ditinjau pada keadaan dan potensi spasial di wilayah kelurahan Dampit. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan naratif (deskriptif). Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam observasi partisipasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik kemiskinan pola interaksi serta masyarakat dalam bertahan hidup memiliki perbedaan dari aspek spasial (kewilayahan) sehingga antar wilayah satu dengan lainnya memiliki keunikan tersendiri. Mencakup pada alih fungsi lahan jenis lahan yang ada serta kawasan yang dimanfaatkan oleh masyarakat kelurahan Dampit.