Tesis
Analisis pelaksanaan pembelajaran sejarah dalam program gerakan literasi Sekolah (GLS) di SMAN 1 Sumenep / Agus Supriyono
Abstrak
Pelaksanaan pembelajaran sejarah khususnya pada kegiatan literasi dalam program GLS di SMAN 1 Sumenep ditemui pada beberapa aspek. Hal ini menjadi fenomena yang menarik untuk dianalisis mengingat sekolah ini merupakan salah satu sekolah unggulan di Kabupaten Sumenep. GLS merupakan program yang bisa diintegrasikan pada semua mata pelajaran khususnya sejarah yang dinilai memiliki kedekatan yang cukup baik. Melalui GLS inilah diharapkan pembelajaran sejarah mengalami peningkatan yang positif untuk memberikan wawasan dan informasi yang jauh lebih luas bagi siswa. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui realisasi program GLS di SMAN 1 Sumenep khususnya pada pembelajaran sejarah. Selain itu untuk menganalisis adanya masalah-masalah dari berbagai aspek yang memberikan dampak secara langsung pada munculnya problematika kegiatan literasi dalam pembelajaran sejarah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan memiliki sifat yang evaluatif serta memanfaatkan strategi studi kasus. SMAN 1 Sumenep menjadi lokasi utama dalam penelitian yang dilakukan. Sumber data meliputi beberapa hal seperti informan dokumen dan catatan harian. Informan yang dimaksud meliputi kepala sekolah wakil bagian kurikulum TLS guru sejarah dan siswa. Total informan secara keseluruhan yang di ikut sertakan berjumlah 46 informan. Prosedur pengumpulan data yang dimanfaatkan berupa observasi wawancara dan dokumen. Dari data yang didapatkan dianalisis dengan tiga tahap seperti reduksi display dan verifikasi data. Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukkan beberapa temuan Pertama pada proses implementasi GLS dalam pembelajaran sejarah secara umum sudah terlihat misalkan adanya buku jurnal literasi sekolah yang dinilai sebagai satu-satunya yang ada di SMAN di Sumenep. Meskipun jika dilihat dari tiga tahapan GLS yaitu pembiasaan pengembangan dan pembelajaran tidak semuanya terlaksana. Hal ini dikarenakan pada proses pembelajaran khususnya guru sejarah memiliki cara sendiri dan dianggap lebih menyesuaikan dengan kondisi di kelas. Kedua adanya temuan-temuan masalah dari beberapa aspek yang membuat sebuah problematika dalam pembelajaran sejarah. Beberapa masalah yang ditemukan tidak hanya di deskripsikan akan tetapi di analisis bagaimana dibalik dari munculnya permasalahan tersebut. Analisis terhadap masalah-masalah pada pembelajaran sejarah yang ditemukan memberikan sebuah kesempatan bagi sekolah atau guru sejarah untuk melakukan sebuah inovasi kegiatan literasi dalam pembelajaran khususnya pada pembelajaran sejarah.