Disertasi
Pengembangan model pembelajaran pacce untuk memberdayakan karakter kepedulian sosial, keterampilan kolaboratif, kesadaran metakognitif, dan hasil belajar kognitif siswa SMA/ Arman Abu Bakar
Abstrak
Pendidikan memiliki peran mendasar dalam pengembangan pengetahuan keterampilan pribadi dan sosial siswa. Pendidikan abad 21 umumnya mengacu pada keterampilan yang dibutuhkan oleh siswa dalam menghadapi realitas penerapan pengetahuan dan teknologi digital. Keterampilan yang diperlukan oleh siswa di abad 21 diantaranya memiliki karakter kepedulian sosial keterampilan kolaboratif kesadaran metakognitif dan hasil belajar kognitif. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa karakter kepedulian sosial keterampilan kolaboratif kesadaran metakognitif dan hasil belajar kognitif siswa masih rendah dan perlunya upaya untuk diberdayakan. Rendahnya karakter kepedulian sosial terlihat dari maraknya aksi perundungan dan tindak kekerasan yang terjadi dalam lingkungan rumah maupun sekolah. Beberapa penelitian menunjukkan rendahnya keterampilan kolaboratif yang terlihat dari kurangnya partisipasi ketidakmampuan dalam pengambilan keputusan bersama konflik antar anggota kelompok. Rendahnya kesadaran metakognitif terlihat dari ketidakmampuan dalam menggunakan strategi belajar yang efektif tidak melakukan pemantauan diri kesulitan dalam mengatur dan merencanakan pembelajaran. Beberapa penelitian menunjukkan rendahnya hasil belajar kognitif yang terlihat dari kurangnya keterlibatan dalam belajar rendahnya motivasi atau penerapan strategi belajar yang tidak efektif. Berdasarkan permasalahan dan fakta maka perlu dirancang sebuah solusi dengan mengembangkan model pembelajaran yang memfasilitasi siswa dengan lingkungan belajar yang kondusif dan efektif. Pengintegrasian proses pembelajaran dan kearifan lokal adalah metode yang tepat untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas proses pembelajaran. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa kearifan lokal Bugis Makassar efektif untuk mendukung proses pembelajaran. Sulawesi Selatan memiliki potensi kearifan lokal Bugis Makassar yang dapat diintegrasikan dengan proses pembelajaran yaitu budaya pacce. Pacce adalah rasa pedih atau ikut merasakan kepedihan orang lain menunjukkan kasih sayang (empati) yang mendalam kepada sesama anggota kelompok sosial. Pacce merupakan budaya dan telah mengakar dari suku Bugis Makassar serta membawa nilai-nilai positif. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan. Tujuan penelitian pengembangan ini meliputi (1) menghasilkan model pembelajaran PACCE yang layak sesuai dengan tahapan model pengembangan Plomp (2013) (2) menghasilkan model PACCE yang valid (3) menghasilkan model pembelajaran PACCE yang praktis (3) menghasilkan model pembelajaran PACCE yang efektif untuk memberdayakan karakter kepedulian sosial keterampilan kolaboratif kesadaran metakognitif dan hasil belajar kognitif siswa. Tahapan pengembangan terdiri atas tiga bagian yaitu (1) penelitian pendahuluan (2) pengembangan dan (3) penilaian. Uji kepraktisan dan keefektifan dirancang dengan desain kuasi eksperimen (Pretest-Posttest Nonequivalent Control Group Design). Sampel penelitian adalah siswa Semester Ganjil Tahun Akademik 2023/2024 di SMAN Negeri 1 Pangkajene Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan yang terbagi atas tiga kelas dengan total 97 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian meliputi (1) angket karakter kepedulian sosial (2) angket keterampilan kolaboratif (3) angket kesadaran metakognitif dan (4) soal tes hasil belajar kognitif. Data penelitian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan hal berikut (1) pengembangan model pembelajaran PACCE perangkat pembelajaran dan instrumen penelitian menunjukkan hasil layak digunakan. Model pembelajaran PACCE terdiri atas 5 langkah sintak yaitu preview analyze collaborate communicate dan evaluate (2) model pembelajaran PACCE valid (0 87) dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran perangkat pembelajaran yang digunakan juga telah dinyatakan valid mulai dari ATP (0 90) modul ajar (0 89) LKPD (0 82) (3) Hasil uji kepraktisan model pembelajaran PACCE pada guru dan mahasiswa menunjukkan rerata sebesar 87 21 dan 88 90 dengan kategori sangat baik serta respons siswa sebesar 90 38 dengan kategori ldquo sangat baik rdquo (4) Hasil analisis ANCOVA menjelaskan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada penggunaan model pembelajaran PACCE PBL dan konvensional dalam memberdayakan karakter kepedulian sosial keterampilan kolaboratif kesadaran metakognitif dan hasil belajar kognitif siswa. Peneliti merekomendasikan model pembelajaran PACCE sebagai salah satu alternatif model pembelajaran yang membantu memperbaiki kualitas belajar dan kualitas pendidikan di Indonesia. Model pembelajaran PACCE dapat dimanfaatkan sebagai bahan rujukan bagi pendidik dalam upaya memberdayakan karakter kepedulian sosial keterampilan kolaboratif kesadaran metakognitif dan hasil belajar kognitif siswa. Bagi peneliti di masa depan dapat mengeksplorasi keefektifan model pembelajaran PACCE pada mata pelajaran jenjang pendidikan dan menerapkannya pada kultur kearifan lokal berbeda.