Tugas Akhir
Perencanaan dan simulasi inverter full bridge satu fasa 12 volt dc ke 220 volt ac dengan frekuensi 50 hz dan keluaran sinus murni / Irfan Wahyudi
Abstrak
Wahyudi Irfan. 2024. Perencanaan dan simulasi inverter full bridge satu fasa 12 volt dc ke 220 volt ac dengan frekuensi 50 Hz dan keluaran sinus murni. Tugas Akhir Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Pembangkit Energi Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. Slamet Wibawanto M.T. Kata Kunci Inverter Arduino Full Bridge. Inverter adalah perangkat elektronik dapat mengubah arus DC (Arus Searah) menjadi AC (Arus Bolak-Balik) dengan frekuensi tertentu. Perangkat ini juga mampu mengatur tegangan dan frekuensi output AC sesuai dengan kebutuhan peralatan listrik seperti kulkas televisi dan lainnya. Tegangan yang masuk ke inverter dapat berasal dari baterai energi matahari dan berbagai sumber DC lainnya. Inverter akan memainkan peran penting di masa depan sebagai cadangan energi listrik AC untuk kebutuhan sehari-hari saat terjadi pemadaman listrik. Inverter secara umum dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu inverter satu fasa dan inverter tiga fasa. Jenis inverter juga dapat dibedakan berdasarkan bentuk gelombang outputnya seperti gelombang kotak (square wave) dan gelombang sinus murni (pure sine wave). Setiap tipe inverter dapat menggunakan perangkat switching yang dikendalikan seperti MOSFET tergantung pada aplikasi yang digunakan. Inverter pada penelitian ini memakai konfigurasi full bridge. Penggunaan konfiguras full bridge memerlukan empat buah switch-electronik untuk melakukan pembalikkan polaritas tegangan pada beban. Dari kelebihan tersebut penggunaan konfigurasi full bridge memiliki keuntungan dalam hal efisiensi yang tinggi dan daya keluaran yang tinggi. Dari kelemahan tersebut penggunaan konfigurasi full bridge memiliki kelemahan dalam hal keluaran biaya lebih banyak. Pembuatan inverter full bridge ini menggunakan mikrokontroller sebagai pengontrol pembangkit pulsa yang akan dijadikan trigger pada komponen switching. Pembangkitan pulsa dengan menggunakan mikrokontroller bertujuan untuk menghasilkan SPWM.