Skripsi
Peran organisasi masyarakat nahdlatul ulama’ dalam menjaga stabilitas politik menjelang pemilu 2024 / M. Ilham Fadhlillah
Abstrak
Menjelang pemilihan umum tahun 2024 kondisi stabilitas politik di Indonesia mulai memunculkan berbagai permasalahan sehingga menjadi kontroversi tersendiri di kalangan masyarakat umum. Mulai dari wacana penundaan pemilu hingga pengesahan putusan Mahkamah Konstitusi. Perlu adanya upaya menjaga stabilitas politik menjelang pemilu 2024. Untuk menciptakan stabilitas politik yang baik perlu adanya peran serta dari elemen masyarakat organisasi Nahdlatul Ulama rsquo di sini hadir menjadi salah satu bagian dari masyarakat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan peran organisasi masyarakat Nahdlatul Ulama rsquo dalam menjaga stabilitas politik menjelang pemilu 2024. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi wawancara dan dokumentasi. Pada teknik analisis data dilakukan pengumpulan data reduksi data penyajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1). Peran Nahdlatul Ulama rsquo di Kecamatan Turen telah dijalankan sesuai dengan Undang-undang no.17 tahun 2013 yakni sebagai Melatih dan mengembangkan anggota untuk mencapai tujuan organisasi Memberdayakan masyarakat Mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam menjaga merawat dan memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa serta memelihara dan melestarikan norma nilai serta etika dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. 2). Implementasi peran Nahdlatul Ulama rsquo di Kecamatan Turen secara umum dilaksanakan melalui satu program kerja yakni lailatul ijtima rsquo yang dianggap efektif sebagai sarana menjaga stabilitas politik menjelang pemilu 2024. 3). Kendala yang dihadapi dalam melaksanakan program lailatul ijtima rsquo ada dua yakni kendala logistik dan beberapa pengurus pimpinan ranting belum siap. 4). Strategi mengatasi kendala yang dihadapi dalam melaksanakan program lailatul ijtima rsquo yakni dengan membentuk koordinator untuk mengatasi masalah logistik dan melakukan pendekatan secara persuasif.