Skripsi
Demonologi sastra dalam film pengabdi setan 2: communion karya Joko Anwar / Moh. Raihan Fadli Anwar Azis
Abstrak
Demonologi sastra adalah studi tentang penggambaran setan di dalam karya-karya sastra yang dilandaskan pada kepercayaan agama atau mitos tertentu. Setan merupakan penggambaran dari pihak yang jahat dan jauh dari kebaikan. Unsur setan dalam karya sastra dapat terlihat pada sifat dan perilaku tokoh yang berhubungan dengan setiap perbuatan jahat dan kelompok yang mengabdi pada setan. Keberadaan setan sebagai musuh manusia dapat memberikan pesan bahwa menjaga keimanan dalam beragama dan saling bersatu dalam kebaikan sangat diperlukan dalam melawan sifat-sifat setan. Penelitian ini berfokus untuk menjelaskan bentuk-bentuk demonologi sastra dan makna simbol satanisme dalam film Pengabdi Setan 2 Communion karya Joko Anwar. Kedua hal tersebut dianalisis menggunakan teori semiotika dari Charles Sanders Peirce dan teori demonologi dari Jonar. Metode dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Sumber data penelitian adalah film Pengabdi Setan 2 Communion karya Joko Anwar. Data penelitian adalah dialog tokoh dan potongan gambar adegan dalam film Pengabdi Setan 2 Communion karya Joko Anwar yang dianggap sebagai bentuk demonologi sastra dan memiliki pesan tersembunyi di dalam film tersebut. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui tiga tahap yaitu reduksi data penyajian data dan penyimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk demonologi sastra berupa rangkaian rencana sekte Pengabdi Setan untuk melaksanakan ritual pengorbanan nyawa yang ditunjukkan dalam film Pengabdi Setan 2 Communion karya Joko Anwar menggambarkan bahwa pergerakan jahat yang sistematis mampu untuk menyesatkan manusia. Hal tersebut memberikan pesan kepada manusia untuk menghindari kejahatan dan kesesatan agar tidak mendapatkan dampak dari kesesatan seperti yang terjadi pada keluarga Rini. Selain itu manusia juga hendaknya berjuang bersama dalam kebaikan supaya kejahatan mudah dikalahkan.