Skripsi
Penerapan model pembelajaran stad untuk meningkatkan hasil belajar kompetensi sistem hidrolik dan pneumatik siswa Kelas x TKR di SMKN 2 Turen / I Gusti Kadek Yoga Wirananta
Abstrak
I Gusti Kadek Yoga Wirananta. (2024). Penerapan Model Pembelajaran STAD untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kompetensi Sistem Hidrolik dan Pneumatik Siswa Kelas X TKR SMKN 2 Turen (Skripsi Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang). Kata Kunci Pembelajaran kooperatif STAD Hasil Belajar Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Penelitian ini memiliki rumusan 1) mengetahui penerapan model pembelajaran STAD untuk meningkatkan hasil belajar kompetensi sistem hidrolik dan pneumatik siswa kelas X TKR SMKN 2 Turen 2) hasil belajar siswa setelah siklus pertama 3) hasil belajar siswa siklus kedua 4) serta apakah target penelitian tindakan kelas terpenuhi sebagaimana yang diharapkan. Dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sebagai pendekatan pada penelitian ini dengan desain siklus terdiri dari perencanaan pelaksanaan pengamatan serta refleksi. Objek penelitian adalah siswa kelas X TKR 1 dengan jumlah 34 peserta didik. Pada siklus 1 didapatkan rata-rata hasil belajar peserta didik masih di bawah target penelitian dimana didapat 74 41 dari KKM 75 00 dan ketuntasan hasil belajar hanya mencapai 61 74 %. Hal ini disebabkan oleh beberapa masalah seperti kurangnya adaptasi serta pemahaman peserta didik pada model pembelajaran STAD dan kurangnya efisiensi pada pembelajaran berkelompok. Namun setelah dilakukan refleksi dan perbaikan pada siklus 2 rata-rata hasil belajar meningkat menjadi 81 91 dengan ketuntasan hasil belajar 100% memenuhi target minimal penelitian. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa 1) Pelaksanaan Siklus 1 dilaksanakan dengan tuntas namun terdapat kendala di lapangan sehingga perlu adanya refleksi solusi yang dipilih adalah dengan penguatan motivasi belajar dan pendalaman model pembelajaran STAD serta penguatan pendampingan kelompok dan penyesuaian anggota kelompok. 2) Hasil Belajar Siklus 1 mendapat rata-rata hasil belajar siswa 74 41 (kategori baik) namun belum mencapai KKM 75 00. 3) Hasil Belajar Siklus 2 mengalami peningkatan rata-rata hasil belajar siswa menjadi 81 91 (kategori sangat baik) melampaui KKM dengan tingkat ketuntasan siswa 100%. 4) Ketercapaian Target Penerapan model STAD berhasil meningkatkan hasil belajar siswa Penelitian dihentikan setelah siklus 2 karena semua indikator kuantitatif dan kualitatif terpenuhi.