Skripsi
Indeks plastisitas dan kuat geser tanah lempung di Desa Sumberingin Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek Setelah distabilisasi dengan abu sekam padi dan kapur / Diffa Fuad Sadewa
Abstrak
Tanah lempung termasuk salah satu jenis tanah yang menimbulkan banyak permasalahan dalam konstruksi jalan. Desa Sumberingin yang terletak di Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek merupakan salah satu desa yang memiliki tanah labil sehingga menyebabkan struktur jalan aspal mudah retak dan mengelupas. Berdasarkan kondisi tersebut diperlukan uji pendahuluan yang menunjukkan bahwa nilai IP sebesar 21 65%. Menurut sistem klasifikasi AASHTO tanah tergolong berbutir halus dengan kategori A-7-6 (11). Tanah tersebut merupakan tanah berlempung yang tergolong sedang/buruk jika difungsikan sebagai tanah dasar. Sedangkan menurut sistem USCS tergolong pada kelompok OH yaitu lempung organik dengan plastisitas sedang sampai tinggi. Berdasarkan kondisi tersebut perlu dilakukan upaya untuk memperbaiki kualitas tanah tersebut salah satunya dengan metode stabilisasi kimiawi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perubahan indeks plastisitas dan kuat geser tanah setelah distabilisasi dengan campuran abu sekam padi dan kapur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksperimental. Pengujian yang dilakukan meliputi uji batas cair batas plastis dan uji geser langsung. Pengujian dilakukan dengan menggunakan abu sekam dan kapur dengan persentase campuran (0% abu sekam padi 0% kapur) (6% abu sekam padi 5% kapur) (8% abu sekam padi 5% kapur) (10% abu sekam padi 5% kapur) pada tanah asli yang diperam selama 3 hari. Penambahan abu sekam padi dan kapur dengan berbagai variasi campuran dapat menurunkan nilai indeks plastisitas tanah dan meningkatkan nilai kuat geser tanah di Desa Sumberingin. Penurunan terbesar nilai indeks plastisitas pada penambahan 10% abu sekam padi dan 5% kapur IP tanah asli 21 65% turun menjadi 8 86%. Nilai kuat geser tertinggi terjadi pada penambahan 8% abu sekam padi dan 5% kapur kuat geser tanah asli adalah 0 16 kg/cm sup2 naik menjadi 0 43 kg/cm sup2 .