Skripsi
Penciptaan koleksi busana \"genovevandreia\" dengan detail lattice smock / Sekartyas Raras Widya Efendi
Abstrak
Elang flores merupakan burung endemik dari pulau Flores Provinsi Nusa Tenggara Timur. Bagi masyarakat Flores elang ini menggambarkan sosok kekuatan kebijaksanaan dan kebebasan sehingga menjadi simbol Pulau Flores. Namun minimnya pengetahuan masyarakat mengenai kekayaan alam Indonesia terutama mengenai elang flores menyebabkan populasi elang ini terancam kritis akibat dari pemburuan liar dan kerusakan alam. Banyak langkah perlindungan yang dapat diambil salah satunya berdasarkan bidang studi tata busana adalah menciptakan busana dengan bersumber ide elang flores sebagai bentuk pengingat dan motivasi bagi masyarakat utamanya generasi muda agar ikut andil menjaga populasi elang flores agar tidak punah. Pada awalnya fungsi busana adalah sebagai alat pelindung tubuh namun seiring perubahan zaman berbusana memiliki fungsi lain yaitu menambah nilai estetika dan menunjang penampilan seseorang. Menunjang penampilan seseorang melalui busana diperlukan adanya modifikasi pada busana yang dikenakan salah satunya menggunakan teknik pengolahan kain yang biasa disebut dengan manipulating fabric. Salah satu contoh manipulating fabric adalah smock. Smock disebut juga teknik surface design yang merupakan teknik desain yang memiliki banyak corak untuk memperindah permukaan kain. Teknik smock memiliki beberapa jenis salah satunya adalah smock jepang. Smock jepang terbentuk karena menghubungkan sudut-sudut pola dengan jahitan tangan dan menerapkan simpul mati agar jahitan tidak mudah terlepas serta hasil dari teknik ini berupa bentuk gelembung atau cekung. Contoh jenis smock jepang yaitu model sirip ombak belah ketupat gelombang kelopak empat/melati anyaman/lattice. Pada penciptaan busana ini teknik smock yang digunakan adalah jenis smock jepang dengan motif lattice. Penelitian ini bertujuan 1) mendeskripsikan konsep penciptaan koleksi busana ldquo Genovevandreia rdquo dengan detail lattice smock 2) merealisasikan penciptaan koleksi busana ldquo Genovevandreia rdquo dengan detail lattice smock dan 3) mendeskripsikan hasil akhir penciptaan koleksi busana ldquo Genovevandreia rdquo dengan detail lattice smock. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa perancangan/penciptaan karya practice-led research dengan kategori pre-factum oleh Hendriyana yang terdiri dari 4 tahap yaitu pra-perancangan perancangan perwujudan dan penyajian. Pra-perancangan merupakan tahap penggalian tema sumber ide dan tujuan sebagai konsep dalam bentuk 2D yang diwujudkan ke dalam mind mapping moodboard dan storyboard. Perancangan merupakan tahap perwujudan konsep menjadi prototype berupa desain alternatif dengan jumlah 5 desain yang kemudian dipilih 2 desain oleh tiga orang ahli di bidang busana yaitu dosen dari Program Studi Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang. Aspek yang mendasari terpilihnya 2 dari 5 look desain alternatif adalah berdasarkan tema dan pengembangan sumber ide ke dalam wujud busana. Perwujudan elang flores dalam penciptaan busana adalah dengan mengimplementasikan ciri-ciri morfologi yang dimiliki elang flores ke dalam proses pembuatan busana antara lain warna bagian tubuh sebagai dasar memilih warna bahan bentuk ukuran dan struktur bagian tubuh sebagai dasar dalam merancang prototype busana serta karakter elang flores sebagai dasar dalam menentukan siluet busana. Selanjutnya dari 2 desain terpilih ini dibuat desain produksi I II dan III yang digunakan sebagai rancangan dalam mewujudkan busana sesungguhnya. Tahap perwujudan ini menerapkan pola konstruksi dengan langkah mengambil ukuran badan model kemudian melakukan pecah pola sesuai rancangan desain busana (pattern) memotong bahan (cutting) menjahit potongan bahan (sewing) sehingga menghasilkan busana yang dirancang dan melakukan evaluasi terhadap hasil akhir busana. Aspek yang dievaluasi pada penciptaan koleksi busana ldquo Genovevandreia rdquo meliputi kesesuaian desain dengan produk busana yang diciptakan jenis dan warna bahan yang digunakan kesesuaian teknik jahit pemilihan aksesoris busana dan hasil akhir produk busana. Tahap terakhir metode penciptaan adalah penyajian. Penyajian karya kepada khalayak umum untuk menjalin komunikasi mencapai tujuan mendapat apresiasi dan pemaknaan penciptaan karya. Penyajian koleksi busana ini dilakukan melalui fashion event publikasi jurnal dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Hasil dari penelitian ini berupa penciptaan koleksi busana yang disesuaikan dengan karakteristik yang dimiliki elang flores. Koleksi busana terdiri dari 2 look. Busana look pertama merupakan busana three pieces yang terdiri dari dress outer dan obi belt. Sedangkan busana look kedua merupakan busana four pieces yang terdiri dari dress outer variasi layer dan obi belt. Detail lattice smock pada kedua koleksi ini berbeda penempatan. Pada busana pertama detail lattice smock berada pada outer yang dibuat memanjang pada sisi kanan dan kiri bahu di bagian depan maupun belakang sedangkan pada busana kedua detail lattice smock berada pada variasi layer. Koleksi ini dipercantik dengan aksesoris berupa topi jenis boater yang terbuat dari anyaman pandan.