Skripsi
Gili kondo sebagai sumber inspirasi penciptaan busana ready to wear deluxe dengan teknik maweave (macrame and weaving) / Silvia Mega Permata
Abstrak
Gili Kondo merupakan pulau tidak berpenghuni yang terletak di Sambelia Kabupaten Lombok Timur Nusa Tenggara Barat. Gili dengan ukuran kurang lebih satu kilometer persegi ini termasuk salah satu pulau yang belum banyak dikunjungi oleh wisatawan sehingga masih terjaga keindahannya. Keindahan yang ada di Gili Kondo menjadi sumber inspirasi dalam menciptakan karya busana. Penciptaan busana dengan mengangkat Gili Kondo sebagai sumber inspirasi penciptaan busana ready to wear deluxe dengan teknik maweave merupakan suatu hal baru yang belum pernah dilakukan. Perpaduan antara teknik macrame dan weaving memberikan dimensi baru serta dapat menciptakan motif dan tekstur yang unik dalam busana. Penggunaan teknik maweave dapat menjadi inovasi baru dalam proses penciptaan karya busana. Tujuan dari penciptaan ini adalah 1) Mengetahui keindahan Gili Kondo yang digunakan sebagai sumber inspirasi dalam penciptaan busana ready to wear deluxe degan teknik maweave 2) Mengetahui cara menciptakan desain produk busana ready to wear deluxe menggunakan teknik maweave dengan sumber inspirasi Gili Kondo 3) Mengetahui proses membuat produk busana ready to wear deluxe menggunakan teknik maweave dengan sumber inspirasi Gili Kondo. Metode yang digunakan dalam penciptaan busana ready to wear deluxe dengan sumber inspirasi Gili Kondo adalah metode penciptaan Practice-Ied Research Pre-Factum yang dikemukakan oleh Hendriyana (Hendriyana 2020). Metode ini terdiri atas empat tahapan yaitu tahap praperancangan tahap perancangan tahap perwujudan dan yang terakhir tahap penyajian karya. Tahap praperancangan memuat riset pendahuluan yang nantinya digunakan sebagai riset penjajakan dalam mengeksplorasi isu yang berkembang di masyarakat. Pada tahap ini diperoleh sumber inspirasi tema dan judul yang dieksplorasi dengan pembuatan mindmapping moodbard dan storyboard. Tahap perancangan memuat proses merancang busana dengan menggunakan 6 desain alternatif yang kemudian dipilih 2 desain oleh kurator untuk diwujudkan menjadi karya busana. Tahap perwujudan memuat proses visualisasi penciptaan karya busana secara detail berdasarkan ukuran yang yang telah ditentukan dan melakukan evaluasi terhadap protitipe yang telah dibuat. Proses perwujudan karya memuat beberapa tahapan yaitu mengambil ukuran merancang bahan pembuatan pola dan menjahit. Setelah busana diwujudkan produk busana dievaluasi oleh kurator. Tahap penyajian memuat proses penyajian karya busana yang telah diciptakan melalui pameran atau kegiatan lainnya yang melibatkan banyak masyarakat. Tujuan dari pameran ini adalah untuk membangun komunikasi apresiasi dan pemaknaan dari masyarakat. Karya busana yang diciptakan disajikan dalam bentuk publikasi karya ilmiah berupa artikel pembuatan HKI dan disajikan dalam beberapa acara seperti Grand Show Tata Busana UM 2023 Malang Fashion Week Harris Playtopia New Year rsquo s Eve Celebration Pemilihan Duta Pustaka Indonesia dan Pemilihan Duta Hijab Radar Malang. Hasil dari penciptaan busana ready to wear deluxe dengan sumber inspirasi Gili Kondo berupa dua karya busana. Karya pertama terdiri atas tiga pieces busana yaitu outer dress dan rok. Karya kedua terdiri atas empat pieces busana yaitu blouse bustier obi belt dan rok. Dua karya busana tersebut diciptakan dengan sumber inspirasi dari keindahan yang ada di Gili Kondo mulai dari keindahan pantai ombak dan keindahan bawah lautnya. Penciptaan ini menggunakan teknik maweave yang diaplikasikan sebagai ornamen dekoratif pada bagian belakang outer dan blouse sehingga dapat menggambarkan keindahan yang ada di Gili Kondo dengan dimensi yang baru. Penggunaan teknik anyam juga diaplikasikan pada bagian rok karya 1 dan bustier karya 2 yang dapat menimbulkan kesan etnik pada busana yang diciptakan. Saran dari penciptaan busana ini adalah teknik maweave yang digunakan pada penciptaan produk busana ini diharapkan dapat dikembangkan lagi dengan cara melakukan penciptaan busana baru dengan sumber inspirasi yang berbeda sehingga dapat menambah referensi yang ada. Lebih memperhatikan proses perwujudan karena dapat menentukan kualitas dan kenyamanan pada saat mengenakan busana yang diciptakan. Teknik maweave yang digunakan diharapkan dapat dikembangkan pada materi di mata kuliah creative fabric yang disajikan pada prodi S1 Pendidikan Tata Busana sehingga dapat memberikan referensi tambahan dalam menciptakan creative fabric pada busana.