Skripsi
Penerapan hiasan makrame pada busana raedy to wear menggunakan kain tenun lurik / Amanda Fawwaz Kanna Firzatillah
Abstrak
Busana ldquo Heimatort rdquo ini terinspirasi dari Kota Yogyakarta yang mencerminkan sebuah kampung halaman dengan segala keindahan dan kekayaan budaya dan tradisinya memberikan fondasi yang kuat untuk eksplorasi kreativitas. Busana ini merupakan eksplorasi mode yang menggabungkan warisan budaya kain tenun lurik dengan kreativitas kontemporer hiasan makrame. Penelitian ini bertujuan untuk dapat membuat konsep desain busana Heimatort menggunakan kain tenun lurik dengan menerapkan hiasan makrame dapat menjelaskan proses pembuatan busana Heimatort menggunakan kain tenun lurik dengan menerapkan hiasan makrame sekaligus dapat menampilkan hasil jadi busana Heimatort menggunakan kain tenun lurik dengan menerapkan hiasan makrame. Latar belakang penelitian mencakup kurangnya inovasi dalam penggunaan kain lurik tantangan memadukan tradisi dengan modernitas proses produksi yang rumit dan kebutuhan akan produk fashion yang berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah metode penciptaan karya Practice-Led Research (pre-factum) oleh Hendriyana (2021). Metode ini memiliki empat tahapan yaitu praperancangan perancangan perwujudan dan penyajian. Proses penciptaan melibatkan studi literatur dan observasi langsung untuk memahami konteks budaya serta teknik yang digunakan. Hiasan makrame diterapkan pada berbagai bagian busana menambah tekstur dan memberikan nilai estetika yang unik. Hasil dari penciptaan ini menghasilkan busana ready to wear dengan judul ldquo Heimatort rdquo yang terdiri dari dua look dengan sentuhan tradisional dan modern yang tidak hanya memberikan nilai estetika tetapi juga memiliki nilai historis dan budaya yang mendalam. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggabungan antara warisan budaya dan kreativitas kontemporer dapat menghasilkan busana ready to wear yang inovatif menarik dan memiliki nilai jual tinggi.