Skripsi
Karakterisasi ecoenzyme pada berbagai perbandingan limbah kulit jeruk manis pacitan (citrus sinensis) dan kulit kopi / Indah Pramirta Nurfaidah
Abstrak
Berbagai penelitian ecoenzyme dilakukan salah satunya adalah berbasis limbah kulit kopi. Ecoenzyme kulit kopi mengandung total fenol enzim protease senyawa tanin dan aktivitas antibakteri yang dalam kategori kuat. Penelitian dimodifikasi dengan menambah kulit pepaya hasilnya mengalami peningkatan dari segi kandungan senyawa fitokimia total fenol enzim protease serta aktivitas antimikroba. Uniknya kedua ecoenzyme berbasis kulit kopi memiliki waktu fermentasi optimal lebih cepat dibandingkan dengan ecoenzyme pada umumnya. Berbagai penelitian dengan topik ecoenzyme terfokuskan pada larutan ecoenzyme. Proses fermentasi ecoenzyme juga menghasilkan residu/ampas. Namun penelitian terkait kandungan ampas serta potensinya masih jarang dilakukan. Melihat prospek ecoenzyme berbasis kulit kopi penelitian mengenai optimasi dengan limbah kulit buah potensial serta penelitian kandungan N P dan K pada ampas ecoenzyme menjadi penting untuk dilakukan. Kulit jeruk manis Pacitan mengandung senyawa fenol dan flavonoid yang berfungsi sebagai agen antimikroba. Penelitian mengenai ecoenzyme kulit jeruk mengandung senyawa metabolit sekunder berupa flavonoid quinon alkaloid dan beberapa enzim berupa protease amilase dan lipase serta aktivitas antimikroba yang kuat. Kandungan potensial limbah kulit buah jeruk berpotensi digunakan untuk optimasi kandungan ecoenzyme berbasis limbah kulit kopi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh perbandingan limbah kulit kopi dan limbah kulit jeruk dari ecoenzyme yang dihasilkan mengetahui kadar N P K residu ecoenzyme sebagai dasar mengkaji potensinya untuk kandidat pupuk organik padat. Penelitian dilakukan secara laboratoris dan terdiri dari tujuh tahapan penelitian yaitu (1) produksi ecoenzyme (2) pengambilan sampel dan pengujian organoleptik (3) pengujian kandungan fitokimia (4) pengujian total fenol (5) pengujian enzim amilase lipase dan protease secara kualitatif (6) pengujian aktivitas antibakteri (7) pengujian kadar N P dan K untuk ampas ecoenzyme. Variabel bebas berupa perbandingan limbah kulit jeruk yang ditambahkan variabel kontrol dalam penelitian ini adalah jumlah limbah kulit kopi dan variabel terikat kandungan dalam ecoenzyme diantaranya warna dan aroma pH kandungan fitokimia kandungan total fenol aktivitas antibakteri dan kadar N P dan K ampas ecoenzyme. Sampel dirancang untuk 4 percobaan yaitu P1 P2 P3 dan P4 dengan perbandingan limbah kulit kopi dan jeruk sebagai berikut 4 1 2 1 1 1 dan 1 2. Percobaan 1 (P1) dengan limbah kulit jeruk paling sedikit dan jumlahnya ditingkatkan hingga P4 dengan konsentrasi paling banyak. Hasil penelitian menunjukan ecoenzyme limbah kulit kopi dan jeruk berwarna cokelat kehitaman beraroma asam memiliki pH antara 2 4-3. Ecoenzyme mengandung alkaloid tanin dan saponin kadar fenol untuk P1 hingga P4 secara berurutan adalah 123 47 7 89 129 86 4 56 139 16 0 94 147 77 4 61 ppm. Ecoenzyme positif mengandung enzim protease dan aktivitas antibakteri yang paling tinggi adalah P1 yaitu 7.17 plusmn 1.31 mm untuk E. coli dan 7.17 plusmn 0.23 mm terhadap S. aureus untuk P2. Namun hasil aktivitas antibakteri ini masih dalam kategori yang lemah. Hasil pengujian hara makro yaitu kadar N P dan K dari masing-masing residu ecoenzyme yaitu 3 52-5 19% hasil ini memenuhi standar SNI No.7763 Tahun 2018 yaitu minimum 2%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa residu ecoenzyme kulit kopi dan jeruk manis berpotensi digunakan sebagai pupuk organik padat.