Skripsi
Pendampingan kader posyandu dalam meminimalisir terjadinya stunting di desa Parangargo kecamatan Wagir kabupaten Malang / Arsyllah Wulandari
Abstrak
Penelitian ini didasari oleh terjadinya stunting yang menjadi masalah pada masyarakat. stunting sendiri menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan anak yang menjadi terhambat. Kasus stunting yang saat ini terjadi karena kurangnya kesadaran masyarakat terkait stunting kurangnya pemahaman dan pengetahuan masyarakat terkait kesehatan anak dan stunting masyarakat terkait stunting kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) kurangnya kebersihaan lingkungan atau sanitasi dan juga kurangnya pemenuhan makanan bergizi Sehingga pemerintah memberikan kebijakan kepada kelompok Posyandu untuk melakukan solusi yang membuat kasus stunting bisa diminimalisir dengan baik dan kasus stunting bisa mengalami penurunan bahkan hilang. Lokasi penelitian ini dilakukan di Posyandu Putra Bangsa yang berada di Desa Parangargo Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. dengan adanya kondisi tersebut perlu adanya kontribusi dari kader Posyandu Putra Bangsa sebagai garda terdepan bagi kesehatan masyarakat untuk melakukan penyelesaian masalah stunting di Desa Parangargo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan terkait kondisi stunting yang terjadi di Desa Parangargo dan pendampingan yang dilakukan oleh kader Posyandu Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Subjek penelitian ini yaitu 6 anggota kader Posyandu Putra Bangsa dari masing masing pos wilayah dan juga bidan Desa Parangargo. Teknik pengumpulan data ini berupa wawancara observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang diperlukan adalah reduksi data display data dan pengambilan Kesimpulan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi Teknik. Hasil dari penelitian ini yaitu (1) kondisi stunting yang terjadi di Desa Parangargo sudah menurun dengan drastis. Hal tersebut dapat dilihat dari kondisi anak di Desa Parangargo yang sebelumnya beresiko stunting menjadi lebih sehat dan bisa bertumbuh kembang dengan baik (2) Pendampingan yang dilakukan oleh kader posyandu dilakukan secara 2 cara yaitu pendampingan secara individu dan juga pendampingan secara bersama (forum) selain itu kader Posyandu dalam melakukan pendampingan diberikan sesuai dengan fase kehidupan masyarakat yaitu Pra nikah Ibu hamil Ibu nifas Bayi dibawah dua tahun (Baduta) dan Bayi dibawah lima tahun (Balita) Saran yang diperlukan dari penelitian ini yaitu (1). Bagi kader Posyandu diharapkan agar para kader Posyandu Putra Bangsa bisa lebih memberikan pendampingan secara optimal dan berkelanjutan agar kasus stunting di Desa Parangargo tidak melonjak kembali dan bisa hilang secara stabil. (2) Bagi masyarakat diharapkan untuk masyarakat lebih bisa menambah pengetahuan dan pemahaman terkait stunting dan selalu menjaga kesehatan anak agar terhindar dari stunting. Selain itu juga dalam hak komunikasi antar kader Posyandu atau kepada masyarakat seharusnya bisa lebih baik lagi sehingga pendampingan dapat dilakukan lebih baik lagi. (3) Bagi peneliti diharapkan untuk peneliti bisa menemukan lokasi penelitian yang lebih bervariasi serta hasil penelitian bisa lebih beragam dan bervariasi sehingga bisa menambah wawasan keilmuan yang lebih baik.