Skripsi
Pemberdayaan masyarakat melalui kelompok tani hutan bangkit sejahtera di desa Gajahrejo kecamatan gedangan Kabupaten Malang / Sri Lestari Rahayu
Abstrak
Di dalam organisasi kelompok tani hutan terdapat salah satu fungsi yakni sebagai wadah belajar dan perkembangan SDM. Namun berdasarkan pengamatan di lapangan bahwa kelompok tani hutan kurang berdaya dalam memanfaatkan besarnya potensi hasil hutan bukan kayu. Kondisi ini terlihat dari rendahnya produktivitas dan sumberdaya manusia sehingga perlu adanya pemberdayaan yang dilakukan kepada para petani hutan agar mencapai kemandirian dalam pengelolaan usaha kelompok. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan implementasi pemberdayaan yang dilakukan di lembaga KTH Bangkit sejahtera (2) Mendeskripsikan tahapan pemberdayaan yang dilakukan oleh di lembaga KTH Bangkit Sejahtera. (3) Mendeskripsikan kendala yang dihadapi proses pemberdayaan petani hutan Bangkit Sejahtera. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Lokasi penelitian dilakukan di Lembaga Kelompok Tani hutan Bangkit Sejahtera Jl. Lintas Selatan Gajahrejo Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dan observasi. Data yang diperoleh di analisis melalui tahap reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan menggunakan triagulasi waktu dan triangulasi sumber. Hasil penelitian yang didapat yaitu Kelompok Tani bangkit Bangkit Sejahtera telah berhasil mewujudkan fungsinya sebagai suatu wadah belajar dan pengembangan masyarakat dengan terlaksananya beberapa kegiatan pemberdayaan dan telah berhasil dilalui. Dari kegiatan pemberdayaan tersebut banyak manfaat yang didapat oleh masyarakat baik berupa pengetahuan keterampilan maupun peningkatan perekonomian. Dalam proses pemberdayaan yang dilakukan oleh KTH bangkit sejahtera sudah sesuai dengan tahapan yang ada dimulai dari perencanaan pelaksanaan hingga evaluasi. Namun dalam pelaksanaannya juga terdapat banyak kendala yang menjadi tantangan lembaga.