Skripsi
Perbedaan implementasi pembelajaran dan prestasi belajar berdasarkan pengelompokan peserta didik (multi grade & multi age dan the dual progress plan) di taman pendidikan al-qur’an se-Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang / Isfania Fendika Sari
Abstrak
RINGKASAN Sari Isfania Fendika. 2023. Pengelompokan Peserta Didik (Multi Grade amp Multi Age Dan The Dual Progress Plan) terhadap Perbedaan Implementasi Pembelajaran dan Prestasi Belajar di Taman Pendidikan Al-Qur rsquo an Se-Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Skripsi Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Mustiningsih M. Pd (2) Prof. Dr. Asep Sunandar S. Pd. M. AP Kata Kunci Pengelompokan peserta didik TPQ implementasi pembelajaran prestasi belajar. Pengelompokan peserta didik merupakan salah satu strategi dalam lembaga pendidikan formal maupun informal untuk meningkatkan pelayanan kepada peserta didik. Pengelompokan dilakukan dengan membagi peserta didik ke dalam kelompok berdasarkan ciri-ciri tertentu sehingga memudahkan guru dalam memberikan perhatian dan layanan yang sesuai. Pengelompokan peserta didik merupakan bagian dari pengelolaan kelas dan jika dilakukan dengan baik dapat menciptakan kondisi belajar yang kondusif serta membantu mengoreksi perilaku yang mengganggu pembelajaran yang optimal. Tujuan penelitian ini yaitu untuk (1) mengetahui tingkat keefektifan implementasi pembelajaran peserta didik yang dikelompokkan secara Multi Grade amp Multi Age (2) mengetahui tingkat keefektifan implementasi pembelajaran peserta didik yang dikelompokkan secara The Dual Progress Plan (3) mengetahui tingkat prestasi belajar peserta didik yang dikelompokkan secara Multi Grade amp Multi Age (4) mengetahui tingkat prestasi belajar peserta didik yang dikelompokkan secara The Dual Progress Plan (5) mengetahui perbedaan implementasi belajar dan prestasi belajar peserta didik yang dikelompokkan secara Multi Grade amp Multi Age dengan peserta didik yang dikelompokkan secara The Dual Progress Plan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sasaran populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lembaga pendidikan TPQ sekecamatan Jabung kabupaten Malang yang telah diakreditasi oleh Kementerian Agama dan menggunakan metode BTQ Iqro rsquo . Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan proportionate random sampling yang berjumlah 22 responden TPQ. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji validitas uji reliabilitas uji normalitas uji T uji independent sample T-test dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menggambarkan (1) hasil analisis deskriptif jawaban kuesioner 2% sangat tidak setuju 9% tidak setuju 40% setuju sangat baik 49% (2) hasil analisis deskriptif jawaban kuesioner 5% sangat tidak setuju 13% tidak setuju 35% setuju dan sangat baik 47% (3) hasil analisis deskriptif jawaban kuesioner 9% sangat tidak setuju 18% tidak setuju 31% setuju dan sangat baik 42%. Sedangkan nilai rata-rata bacaan peserta didik di TPQ yang menggunakan sistem multi grade amp multi age sebesar 85 4 85 0 untuk rata-rata nilai tulisan tajwid 84 0 dan pengetahuan 84 7 (4) hasil analisis deskriptif jawaban kuesioner 5% sangat tidak setuju 9% tidak setuju 36% setuju sangat baik 49%. Sedangkan nilai rata-rata bacaan peserta didik di TPQ yang menggunakan sistem the dual progress plan sebesar 85 8 86 2 untuk rata-rata nilai tulisan tajwid 85 3 dan pengetahuan 85 7. (5) Uji t menghasilkan variabel pengelompokan peserta didik (X) dengan implementasi belajar (Y1) memiliki nilai signifikansi 0 007 lt 0 05 maka H0 diterima dan H1 ditolak. Sedangkan variabel pengelompokan peserta didik (X) dengan prestasi belajar (Y2) memiliki nilai signifikansi 0 075 gt 0 050 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Uji independent sample T-test menyatakan Asymp Sig.(2-tailed) bernilai 0 024 lt 0 05. Artinya ada perbedaan prestasi belajar berdasarkan pengelompokan peserta didik. Prestasi belajar the dual progres plan memiliki rata-rata 85 7568 sedangkan rata-rata prestasi belajar multi grade amp multi age adalah 84 7636. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) implementasi pembelajaran di TPQ yang menggunakan pengelompokan peserta didik multi grade amp multi age sangat baik atau efektif (2) implementasi pembelajaran di TPQ yang menggunakan pengelompokan peserta didik the dual progres plan sangat baik atau efektif (3) prestasi belajar peserta didik di TPQ yang menggunakan sistem pengelompokan Multi Grade amp Multi Age dinilai baik dan rata-rata nilainya lebih rendah daripada prestasi belajar peserta didik di TPQ yang menggunakan sistem pengelompokan The Dual Progress Plan (4) prestasi belajar peserta didik di TPQ yang menggunakan sistem pengelompokan The Dual Progress Plan dinilai baik dan rata-rata nilainya lebih tinggi daripada prestasi belajar peserta didik di TPQ yang menggunakan sistem pengelompokan Multi Grade amp Multi Age. (5) tidak dapat perbedaan implementasi pembelajaran antara TPQ yang menggunakan sistem pengelompokan Multi Grade amp Multi Age dengan The Dual Progress Plan. Namun terdapat perbedaan prestasi belajar antara peserta didik di TPQ yang menggunakan sistem pengelompokan Multi Grade amp Multi Age dengan The Dual Progress Plan. Berdasarkan simpulan penelitian maka peneliti memberikan rekomendasi (1) Pimpinan lembaga TPQ dapat menggunakan penelitian ini sebagai bahan pertimbangan dalam pemilihan sistem pengelompokan peserta didik yang sesuai dengan kondisi peserta didik (2) Ustad dan ustadzah dapat menggunakan penelitian ini sebagai bahan pertimbangan dalam pemilihan sistem pengelompokan peserta didik yang sesuai dengan kondisi peserta didik (3 Departemen administrasi pendidikan dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai salah satu referensi untuk memperdalam pengetahuan bagi Mahasiswa (4) peneliti lain untuk menggunakan hasil penelitian ini dalam pengambilan data sebagai pertimbangan dalam menyusun karya tulis maupun melanjutkan penelitian dengan mengangkat fokus penelitian pada bahasan yang sama.