Skripsi
Penciptaan busana ready to wear “ar-sannang” dengan menggunakan kain motif tenun toraja / Siti Ar-raafi Tafsila Wijaya
Abstrak
Indonesia merupakan negara kepulauan dengan keragaman suku bangsa yang memiliki kekayaan budaya meliputi bahasa seni agama serta tradisi yang unik. Salah satunya yaitu budaya suku Toraja yang terkenal dengan adat istiadat yang kuat dan tradisi tenunnya. Tenun Toraja merupakan kain tradisional yang mencerminkan identitas dengan corak dan warna khas yang membedakannya dari kain tenun lainnya di Indonesia. Namun di era modern ini kain tenun kurang dikenal dan diminati oleh generasi muda yang lebih mengutamakan tren mode dan sering kali menganggap tenun sebagai barang yang kuno dan ketinggalan zaman. Mengintegrasikan motif tenun Toraja Pa rsquo sekong Kandaure ke dalam desain busana yang modern dan praktis merupakan salah satu upaya untuk melestarikan warisan budaya Toraja dan menarik minat kalangan generasi muda terhadap tenun Toraja. Motif Pa rsquo sekong Kandaure diterapkan ke dalam desain busana melalui penggunaan teknik manipulation fabric pleating. Penciptaan busana ini merujuk pada trend forecasting 2023/2024 Co-Exist dengan tema The Survivors yang mengusung tema keberlanjutan yang menggambarkan semangat ketahanan dan adaptasi. Tujuan dari penciptaan ini adalah 1) Mengetahui konsep penciptaan busana ready to wear dengan menggunakan kain motif tenun Toraja 2) Mengetahui proses penciptaan busana ready to wear dengan menggunakan kain motif tenun Toraja 3) Mengetahui visualisasi dari busana ready to wear dengan menggunakan kain motif tenun Toraja. Metode yang digunakan dalam penciptaan ini yaitu metode Perancangan/Penciptaan Karya (Practice-led Research) dengan jenis penelitian praktik Pre-factum. Metode ini terdiri dari empat tahapan yaitu pra-perancangan perancangan perwujudan dan penyajian karya. Pada tahap pra-perancangan merupakan tahap menentukan tema dan sumber ide membuat mind mapping moodboard dan storyboard. Tahap selanjutnya yaitu perancangan yang memuat proses merancang busana ready to wear dengan jumlah 5 desain alternatif dan akan dipilih 2 desain oleh panelis ahli yang kemudian akan diwujudkan menjadi sebuah busana selain itu pada tahap perancangan juga memuat desain produksi 1 dan 2. Tahapan selanjutnya yaitu tahap perwujudan di mana pada tahap perwujudan ini memuat proses pengambilan ukuran membuat pola membuat rancangan bahan dan harga dan menjahit busana. Setelah busana diwujudkan dilakukannya uji kelayakan pada final assessment di mana busana yang sudah jadi akan diberikan evaluasi dan masukan oleh panelis ahli. Setelah tahap perwujudan maka busana akan disajikan dalam tahap penyajian karya yang berupa publikasi karya ilmiah berupa artikel sinta 4 pembuatan HKI disajikan dalam event pagelaran busana Grand Show Tata Busana Universitas Negeri Malang event photoshoot Putra Putri Mitreka Satata SMAN 1 Malang event pemilihan Duta Hijab Radar Malang event pemilihan Duta Universitas Islam Malang dan event pemilihan Duta Universitas Negeri Malang. Tahap penyajian karya ini dilakukan dengan maksud agar karya yang telah dibuat mendapatkan apresiasi dan pemaknaan karya. Hasil dari penciptaan ini yaitu dua karya busana ready to wear dengan menggunakan kain motif tenun Toraja Pa rsquo sekong Kandaure sebagai sumber inspirasi. Look 1 terdiri dari lima bagian yang meliputi outer inner celana variasi lilit celana dan bucket hat. Terdapat hiasan ring mata ayam pada bagian variasi lilit celana. Pada look 1 ini menggunakan aksesori berupa kalung berbahan kayu. Look 2 terdiri dari lima bagian yang meliputi outer inner rok obi belt dan bucket hat. Aksesori yang digunakan pada look 2 ini yaitu kalung berbahan kayu. Material bahan yang digunakan pada kedua look ini yaitu kain dengan motif tenun Toraja dan dikombinasikan dengan kain linen. Adapun warna yang digunakan dalam kedua look busana ready to wear ini yaitu warna merah maroon hitam dan juga cream. Saran dari penciptaan karya ini yaitu 1) Disarankan dalam proses memastikan keakuratan dan pemahaman mendalam tentang tradisi dan kebudayaan suku Toraja dilakukan dengan cara bekerja sama dan melibatkan ahli budaya dan seniman lokal untuk memberikan masukan dan saran dalam membuat desain melalui kegiatan seminar atau workshop. Kolaborasi ini akan membantu menghasilkan desain yang memiliki ciri khas yang autentik hal tersebut juga dapat berguna untuk menghindari penyalahgunaan atau penafsiran elemen tradisi dan kebudayaan Toraja. Selain itu kolaborasi dengan desainer lokal dapat memperkaya ide dan konsep dengan perspektif yang beragam dan inovatif 2) Disarankan dalam proses pembuatan busana berfokus pada peningkatan kualitas bahan dan teknik produksi. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara memperhatikan karakteristik seperti tekstur daya tahan dan juga kenyamanan khususnya pada bagian kancing pengait di bagian ban pinggang variasi lilit celana. Misalnya dengan menggunakan kancing lubang alih-alih mengenakan kancing jepret agar tidak rawan terlepas saat dikenakan. Hal tersebut dapat membantu untuk meningkatkan kualitas akhir dari produk yang dihasilkan.