Tesis
Pengembangan modul ajar biologi kurikulum merdeka berbasis group investigation untuk meningkatkan keterampilan komunikasi, keterampilan kolaborasi, dan hasil belajar siswa Kelas XI SMA Negeri 2 Malang / Claresia Tsany Kusmayadi
Abstrak
Perubahan dari Kurikulum 2013 ke Kurikulum Merdeka sebagaimana ditetapkan oleh Keputusan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi nomor 262/M/2022 bertujuan untuk mengakomodasi minat bakat dan kebutuhan siswa serta memberikan fleksibilitas bagi guru dalam menyusun materi pembelajaran. Kurikulum Merdeka menekankan pengembangan keterampilan abad 21 seperti komunikasi dan kolaborasi yang penting untuk menghadapi era revolusi industri 4.0. Di SMA Negeri 2 Malang analisis keterampilan siswa menunjukkan bahwa keterampilan komunikasi dan kolaborasi masih perlu ditingkatkan dengan beberapa indikator menunjukkan kekurangan signifikan. Hasil wawancara dengan guru biologi mengungkapkan bahwa meskipun model pembelajaran kooperatif seperti STAD dan PjBL telah diterapkan penggunaan model Group Investigation (GI) yang lebih sesuai untuk meningkatkan keterampilan komunikasi dan kolaborasi siswa belum sepenuhnya diterapkan. Oleh karena itu pengembangan dan implementasi modul ajar berbasis model GI dianggap penting untuk meningkatkan keterampilan ini secara efektif dalam konteks Kurikulum Merdeka. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model pengembangan ADDIE. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kevalidan kepraktisan dan keefektifan dari modul ajar Kurikulum Merdeka berbasis GI yang dikembangkan. Kevalidan dilakukan oleh beberapa ahli seperti ahli assessment ahli materi ahli perangkat pembelajara dan ahli praktisi pendidikan. Kepraktisan diujikan kepada praktisi pendidikan dan juga siswa sedangkan untuk keefektifan dilakukan kepada siswa kelas XI SMA Negeri 2 Kota Malang di kelas XI MIPA 4 dengan jumlah 34 siswa. Data penelitian ini nantinya akan dianalisis menggunakan uji N-Gain dengan instrumen pengumpulan data berupa lembar self-assessment lembar peer-assessment dan lembar observasi sebagai instrument keterampilan komunikasi dan kolaborasi. Variabel hasil belajar kognitif akan menggunakan instrumen tes berupa soal pilihan ganda. Hasil menunjukkan bahwa modul ajar dinilai sangat valid baik dari ahli assessment materi perangkat pembelajaran dan praktisi pendidikan. Modul ajar Kurikulum Merdeka berbasis GI dinilai sangat praktis oleh guru dengan persentase 88 57% dan siswa nilai persentase 97 14% pada uji perorangan 88 71% pada uji coba kelompok kecil serta 90 49% pada uji lapangan. Hasil keefektifan modul ajar dapat dilihat pada keseluruhan keterampilan baik komunikasi dan kolaborasi mendapatkan kategori efektifitas tinggi. Hasil tiap indikator keterampilan komunikasi juga memiliki tingkat efektifitas tinggi berbeda dengan keterampilan kolaborasi dimana salah satu indikator yaitu berkompromi memiliki tingkat efektifitas sedang dengan skor N-Gain 0 68 le 0 7. Sejalan dengan kedua keterampilan abad 21 hasil belajar juga mendapatkan perolahan N-Gain 0 71 ge 0.7 dengan kategori efektifitas tinggi. Modul ajar Kurikulum Merdeka Berbasis GI yang dikembangkan pada materi sistem ekskresi pada fase F dinilai valid praktis dan efektif dalam meningkatkan keterampilan komunikasi keterampilan kolaborasi dan hasil belajar kognitif siswa kelas XI SMA Negeri 2 Malang.