Tesis
Deteksi kontaminan daging babi hutan Jawa menggunakan real time polymerase chain reaction (RT-PCR) / Mei Rhomawati
Abstrak
Praktik pemalsuan daging sapi dengan daging babi hutan merupakan permasalahan yang sering ditemukan di Indonesia. Metode yang dikembangkan untuk mendeteksi adanya kontaminan daging babi hutan pada produk makanan olahan adalah PCR konvensional dan real time PCR. Pada reaksi PCR digunakan primer spesifik yang didesain berdasarkan hasil sekuensing gen cytb dan ND1 babi hutan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendapatkan sekuen gen cytb dan ND1 pada babi hutan (2) mendapatkan sepasang primer spesifik yang dapat mengamplifikasi fragmen gen cytb dan ND1 babi hutan berdasarkan hasil sekuensing DNA (3) mengetahui limit deteksi dari pasangan primer spesifik yang dikembangkan dalam mengamplifikasi fragmen DNA babi hutan dalam bakso sapi yang terkontaminasi daging babi hutan. Berdasarkan hasil penelitian gen cytb berhasil diisolasi menggunakan primer FCytbBo dan RCytbBo dan urutan basanya diperoleh melalui proses sekuensing menghasilkan fragmen DNA berukuran 1584 bp. Gen ND1 juga berhasil diisolasi menggunakan primer FND1Bo dan RND1Bo menghasilkan fragmen DNA berukuran 1175 bp. Selain itu penelitian ini juga berhasil mendesain sepasang primer spesifik yaitu 5 rsquo -AAGCCTTGCAGTCTACTCCA-3 rsquo (FoBoND1_4) dan 5 rsquo -TGTGATTAGGGTGGACAGGG-3 rsquo (ReBoND1_4) yang mampu mengamplifikasi DNA babi hutan dengan ukuran 170 bp tanpa mengamplifikasi DNA sapi dan babi. Pasangan primer tersebut terbukti efektif dalam mendeteksi kontaminasi daging babi hutan dalam sampel bakso sapi menggunakan metode PCR konvensional dengan limit deteksi mencapai 2 pg sedangkan pada metode real time PCR dapat diukur limit deteksi sampai dengan 0 042 fg. Hasil penelitian ini menunjukkan keberhasilan pengembangan metode deteksi molekuler yang spesifik dan sensitif untuk mengidentifikasi adanya daging babi hutan Jawa dalam produk daging olahan yaitu bakso.