Skripsi
Analisis saluran drainase pada Kelurahan Bareng Kota Malang dengan simulasi aplikasi SWMM (storm water management model) / Satriyo Arif Fauziansyah
Abstrak
Kota Malang yang merupakan kota dengan jumlah penduduk terbesar kedua di Jawa Timur mengalami peningkatan jumlah penduduk yang berdampak pada penggunaan lahan dan berkurangnya daerah resapan air sehingga meningkatkan resiko terjadinya luapan atau banjir. Masalah ini terlihat jelas di Jalan Bareng Raya II Kelurahan Bareng yang telah terjadi banjir akibat dengan intensitas hujan yang tinggi pada 29 April 2023. Tentunya hal tersebut harus segera ditangani agar penduduk yang tinggal dilokasi tersebut bisa hidup dengan nyaman. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui kondisi eksisting jaringan drainase di Jalan Bareng Raya II Kelurahan Bareng Kota Malang dan mengetahui upaya yang dilakukan dalam mengatasi luapan di Jalan Bareng Raya II Kelurahan Bareng Kota Malang. Rancangan penelitian ini adalah menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif berupa pengumpulan data analisis data dan interpretasi hasil analisis untuk memperoleh informasi sehingga dapat memuat kesimpulan. Penelitian ini dibantu dengan aplikasi SWMM (Storm Water Management Model) dalam mensimulasikan saluran yang meluap. Data primer diperoleh dari observasi pengukuran langsung dilapangan sedangkan data sekunder diperoleh dari Dinas PUPR Kota Malang dan BPS (Badan Pusat Statistik). Proses analisis data dilakukan dengan beberapa tahapan diantaranya adalah analisis kapasitas tampungan analisis debit hidrologi analisis debit buangan evaluasi jaringan drainase eksisting simulasi menggunakan aplikasi SWMM (Storm Water Management Model) dan melakukan upaya penanganan luapan disaluran yang mengalami luapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran yang mengalami luapan berdasarkan kondisi eksisting ada terdapat 11 unit yaitu saluran saluran C10 C12 C17 C18 C19 C20 C21 C22 C26 C27 dan C28. Upaya penanganan yang dilakukan di Jalan Bareng Raya II yang terdiri dari C10 dan C12 adalah dengan membersihkan saluran drainase dari sampah memberikan edukasi berupa aturan kepada masyarakat pembuatan 2 unit sumur resapan dan 111 unit lubang resapan biopori. Sedangkan untuk Jalan Bareng Raya IIA yang terdiri dari saluran C17 C18 C19 C20 C21 C22 C26 C27 dan C28 adalah dengan membersihkan saluran drainase dari sedimentasi berupa lumut dan tumbuhan melakukan edukasi dan penegakan tata ruang pembuatan 9 unit sumur resapan dan 151 unit lubang resapan biopori.