Skripsi
Manajemen global learning (studi kasus di SMA laboratorium Universitas Negeri Malang) / Mutia Ratna Kusuma
Abstrak
Global Learning perlu dilaksanakan di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang sebagai salah satu upaya branding sekolah berawawasan global. Semakin tingginya permintaan orang tua tentang pentingnya wawasan global mengakibatkan kegiatan global learning terus dilaksanakan di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang. global learning di sekolah diharapkan dapat memberikan pengalaman bagi siswa dalam mempelajari budaya bahasa dan sistem pendidikan di luar negeri. global learning merupakan sebuah kegiatan unggulan yang dilakukan oleh SMA Laboratorium setiap tahunnya. Kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu bentuk branding untuk membentu citra sekolah sebagai sekolah yang berwawasan global. School branding bagi sekolah swasta sangat perlu dan penting untuk diperhatikan. Penelitian ini penting dilakukan untuk mengungkap bagaimana manajemen global learning dilakukan di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang sebagai salah satu upaya school branding. Selain itu dalam penelitian ini juga akan membahas tentang bagaimana pentingnya kegiatan sekolah dalam hal ini adalah global learning dalam meningkatkan school branding SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang. Tujuan penelitian ini adalah (1) menjelaskan perencanaan kegiatan global learning di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang (2) menjelaskan pelaksanaan kegiatan global learning di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang (3) mengetahui kendala yang dihadapi dalam kegiatan global learning di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang (4) menjelaskan solusi yang dilakukan SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang dalam mengatasi kendala yang terjadi pada kegiatan global learning (5) menjelaskan tindak lanjut kegiatan global learning di masa mendatang dan (6) menjelaskan kegiatan global learning ini dapat dijadikan sebagai media branding sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Peneliti terlibat secara langsung di lapangan dan meneliti secara mendalam untuk berfokus pada pelaksanaan kegiatan global learning di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang. Adapun teknik pengambilan data yang digunakan adalah wawancara observasi dan dokumentasi. Data yang sudah dikumpulkan kemudian masuk ke tahap analisis data yaitu (1) reduksi data (2) penyajian data dan (3) penarikan kesimpulan atau verifikasi. Langkah selanjutnya adalah pemeriksaan keabsahan data atau temuan. Dalam penelitian ini ada dua teknik yang digunakan yaitu teknik ketekunan atau teknik keajegan dan teknik triangulasi data. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan ada enam hal yang dijabarkan. Pertama Perencaan global learning melibatkan seluruh peserta panitia dan orang tua. Sosialisasi dilakukan kepada siswa dan orang tua baik secara langsung di sekolah maupun melalui surat edaran. Para peserta yang berhasil lolos seleksi melakukan voting untuk menentukan negara tujuan. Selanjutnya melakukan hubungan dengan kampus di negara tujuan untuk kerja sama kegiatan global learning. Kedua pelaksanaan kegiatan global learning dilakukan di negara tujuan. Para peserta akan belajar bahasa dan budaya di kampus negara tujuan dan akan menampilkan kebudayaan Indonesia sebagai bentuk pertukaran budaya. Ketiga kendala yang ditemukan adalah kendala kesehatan dengan tidak adanya asuransi menyebabkan masalah jika peserta sakit di negara tujuan. Adanya culture shock yang terjadi saat peserta mengunjungi negara tujuan. Keempat evaluasi dilakukan satu hingga dua bulan setelah kegiatan berlangsung. Solusi atau upaya dilakukan untuk memperbaiki kekurangan pada program sebelumnya. Selain itu evaluasi dilakukan agar kegiatan ini semakin membaik pada tahun berikutnya. Kelima pihak sekolah berharap kegiatan global learning ini akan tetap dilaksanakan pada tahun-tahun selanjutnya dan dapat mengunjungi negara-negara lain seperti negara di benua Eropa serta mengunjungi kampus-kampus terbaik dunia. Keenam kegiatan global learning ini menjadi salah satu ciri khas SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang. Hal ini dikarenakan kegiatan global learning di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang mengunjungi kampus di negara tujuan bukan mengunjungi SMA. Kegiatan ini adalah kegiatan unggulan yang membentuk citra sekolah sebagai sekolah berwawasan global. Saran dalam penelitian ini dibagi menjadi lima yaitu bagi SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang bagi siswa SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang bagi stakeholder (orang tua yayasan dan masyarakat luas) bagi Ketua Departemen Administrasi Pendidikan dan bagi penelitian selanjutnya. Bagi SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang dapat dijadikan acuan untuk mempromosikan kegiatan global learning secara lebih masif. Bagi siswa SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang agar memanfaatkan kegiatan ini secara maksimal sebagai pengalaman pembelajaran yang berharga. Bagi stakeholder agar dapat berperan aktif mendukung pengembangan kegiatan ini. Bagi Ketua Departemen Administrasi Pendidikan dapat menjadikan peneilitian ini sebagai referensi dalam pengembangan matakuliah manajemen. Bagi penelitian selanjutnya dapat melakukan penelitian mengenai perbedaan pelaksanaan global learning di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang dan di sekolah lain.