Disertasi
Perubahan pemosisian mahasiswa pendidikan matematika dalam diskusi pemecahan masalah aljabar / Muslim
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan pemosisian mahasiswa pendidikan matematika dalam diskusi pemecahan masalah aljabar dengan mengintegrasikan teori pemosisian lensa commognitive dan langkah-langkah pemecahan masalah Polya. Dalam diskusi kelompok pemecahan masalah peran dan posisi peserta sering mengalami perubahan dinamis. Fenomena ini dijelaskan melalui teori pemosisian dan lensa commognitive. Pemosisian dalam konteks pendidikan matematika mencakup perubahan peran individu berdasarkan interaksi dan kontribusi dalam kelompok mencerminkan identitas dan kemampuan matematis seseorang serta dipengaruhi oleh dinamika sosial dan kultural dalam kelompok. Commognitive sebuah kerangka teoretis yang menggabungkan aspek komunikasi dan kognisi dalam pembelajaran matematika memberikan perspektif tambahan dalam memahami bagaimana komunikasi dan interaksi dalam diskusi kelompok mempengaruhi perubahan peran dan posisi peserta. Beberapa penelitian telah mengkaji penggunaan langkah-langkah pemecahan masalah Polya serta kajian dengan komponen commognitive secara terpisah. Integrasi antara teori pemosisian dan kerangka kerja commognitive dapat memberikan perspektif baru dalam mengamati perubahan pemosisian mahasiswa pendidikan matematika saat diskusi kelompok untuk memecahkan masalah aljabar. Pemahaman materi aljabar menjadi sangat penting bagi mahasiswa pendidikan matematika karena aljabar merupakan cabang matematika mendasar yang digunakan dalam berbagai disiplin ilmu lainnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-eksploratif untuk mengamati dan menganalisis perubahan pemosisian mahasiswa pendidikan matematika dalam diskusi pemecahan masalah aljabar. Langkah pemecahan masalah Polya dan komponen commognitive digunakan sebagai kerangka analisis. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester V pendidikan matematika pada salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Kabupaten Bima dipilih berdasarkan tes individu masalah aljabar dan diskusi dengan dosen pengampu mata kuliah. Dari 30 calon subjek terpilih 8 orang yang dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan kemampuan tinggi (Ahli) sedang (Fasilitator) dan rendah (Pemula) dalam menyelesaikan soal aljabar. Proses analisis data meliputi beberapa tahap mengolah dan mempersiapkan data membaca keseluruhan data mencoding data menghubungkan dan mendeskripsikan data menyajikan data dan interpretasi atau pemaknaan data. Proses ini dilakukan secara iteratif untuk memastikan kedalaman analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan pemosisian dalam diskusi pemecahan masalah aljabar terjadi secara dinamis dan kompleks melalui tahapan Polya. Setiap peserta mengalami perubahan posisi yang berbeda berdasarkan interaksi dan kontribusi mereka dalam kelompok yang tercermin melalui penggunaan komponen commognitive meliputi visual mediator symbolic word use routines dan narratives. Para Ahli menunjukkan perubahan peran yang bervariasi namun progresif. Ahli 1 bergerak dari dominasi penggunaan istilah matematis ke penggunaan komprehensif komponen commognitive mencapai posisi sistematis di tahap akhir. Ahli 2 menunjukkan fluktuasi yang lebih dinamis bergerak dari stabilitas awal ke arah pasif mencapai puncak sebagai Ahli Dominan kembali ke arah pasif sebelum akhirnya mencapai peran integratif. Ahli 3 memperlihatkan konsistensi perubahan bergerak dari Ahli Konseptual ke Dominan kemudian Inovatif dan akhirnya mencapai posisi Sistematis. Para Fasilitator menampilkan transformasi yang beragam dengan karakteristik unik. Fasilitator 1 menunjukkan perkembangan progresif dari kontributor hingga verifikator dengan penggunaan komponen commognitive yang seimbang. Fasilitator 2 berhasil mempertahankan konsistensi dalam peran fasilitasi dengan variasi antara seimbang dan integratif. Fasilitator 3 mengalami transformasi yang lebih dinamis bergerak antara peran ahli substantif strategis verifikator dan konseptual. Para Pemula mengalami perkembangan yang bertahap dari partisipasi minimal menuju peran yang lebih aktif dan bermakna. Pemula 1 bertransformasi dari posisi pasif menuju peran konseptual melalui tahapan aktif dan manajerial. Pemula 2 berkembang dari pemula pasif hingga mencapai peran verifikator menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan menggunakan komponen commognitive. Ditinjau dari penggunaan komponen commognitive pada setiap tahapan ketiga Ahli pada tahapan memahami masalah menunjukkan variasi penggunaan yang berbeda. Ahli 1 fokus pada penggunaan istilah matematis untuk menjelaskan informasi sistematis tentang soal Ahli 2 dominan dalam penggunaan visual mediators simbolyc dengan representasi visual sedangkan Ahli 3 mengkombinasikan visual mediators simbolyc dan word use yang menandai transformasinya menjadi Ahli Konseptual. Pada tahapan perencanaan terjadi pengembangan penggunaan komponen commognitive yang lebih kompleks. Ahli 1 menambahkan routines eksploratory dalam repertoarnya sambil mempertahankan penggunaan word use. Ahli 2 mengembangkan representasi simbolik melalui kombinasi dua visual mediator simbolyc dan tiga visual mediators iconic. Ahli 3 menunjukkan penggunaan komprehensif visual mediator simbolyc word use berbagai jenis routines dan narratives. Tahapan implementasi awal ketiga Ahli menunjukkan variasi penggunaan commognitive. Ahli 1 tetap tidak berubah namun menambahkan visual mediator simbolyc word use dan routines eksploratory. Ahli 2 berubah ke arah pasif dengan hanya menggunakan routines eksploratory. Ahli 3 bertransformasi menjadi Ahli Inovatif dengan penggunaan komprehensif visual mediator simbolyc visual mediator iconic word use routines ritualized routines eksploratory routines corrigibility dan narratives. Tahapan implementasi lanjut ketiga Ahli menunjukkan perubahan signifikan. Ahli 1 bertransformasi menjadi Ahli Konseptual dengan routines ritualized routines eksploratory satu routines corrigibility dan narratives. Ahli 2 mencapai puncak sebagai Ahli Dominan dengan penggunaan visual mediator simbolyc word use routines ritualized routines eksploratory routones corrigibility routines flexibility dan narratives. Ahli 3 mempertahankan dominasi dengan visual mediator simbolyc word use routines ritualized routines eksploratory routines corrigibility dan narratives. Tahapan implementasi final ketiga Ahli menunjukkan perubahan berbeda. Ahli 1 bertransformasi menjadi Ahli Dominan dengan penggunaan visual mediator simbolyc word use routines ritualized routines eksploratory routines applicability dan narratives. Ahli 2 bergerak ke arah pasif dengan penggunaan visual mediator simbolyc. Ahli 3 mempertahankan peran strategisnya dengan visual mediator simbolyc word use routines ritualized dan routines eksploratory. Para Fasilitator pada tahap ini juga menunjukkan perubahan signifikan. Fasilitator 1 tetap sebagai Fasilitator Seimbang dengan penggunaan visual mediator simbolyc dua word use routines ritualized dan routines eksploratory. Fasilitator 2 kembali ke Fasilitator Seimbang dengan visual mediator simbolyc word use dan routines ritualized. Fasilitator 3 bertransformasi menjadi Ahli Konseptual dengan visual mediator simbolyc word use dan routines eksploratory. Para Pemula menunjukkan transformasi berbeda. Pemula 1 berubah ke arah Manajerial dengan minimnya penggunaan komponen commognitive. Pemula 2 bertransformasi ke arah Konseptual dengan penggunaan visual mediator simbolyc word use dan routines eksploratory. Tahapan evaluasi ketiga Ahli mencapai kematangan peran. Ahli 1 mencapai posisi Ahli Sistematis dengan penggunaan visual mediator simbolyc dan word use. Ahli 2 mengambil Peran Integratif dengan penggunaan visual mediator simbolyc word use dan narratives. Ahli 3 mencapai posisi Ahli Sistematis dengan visual mediator simbolyc word use dan narratives. Para Fasilitator menunjukkan pencapaian peran final yang matang. Fasilitator 1 menjadi Verifikator dengan visual mediator simbolyc word use dan narratives. Fasilitator 2 mencapai posisi Fasilitator Integratif dengan visual mediator simbolyc word use dan narratives. Fasilitator 3 bertransformasi menjadi Ahli Verifikator dengan visual mediator simbolyc word use dan narratives. Para Pemula menunjukkan pencapaian signifikan. Pemula 1 bertransformasi ke arah Konseptual dengan penggunaan word use dan narratives. Pemula 2 mencapai peran Verifikator dengan penggunaan visual mediator simbolyc dan word use. Penelitian ini memiliki beberapa implikasi penting dalam konteks pembelajaran matematika dan pengembangan teori perubahan pemosisian. Pertama temuan tentang dinamika perubahan peran yang berbeda pada setiap peserta menunjukkan bahwa pembelajaran matematika kolaboratif dapat mengakomodasi berbagai jalur perkembangan. Hal ini mengimplikasikan perlunya pengakuan dan dukungan terhadap beragam pola perkembangan dalam pembelajaran matematis. Kedua penggunaan komponen commognitive yang bervariasi dan berkembang menunjukkan pentingnya memfasilitasi berbagai bentuk komunikasi matematis dalam pembelajaran. Implikasinya pendidik perlu merancang pembelajaran yang mendukung pengembangan berbagai komponen commognitive dari visual mediator symbolic hingga narasi matematis.