Skripsi
Pengaruh pemberian konsorsium bakteri bacillus paramycoides, bakteri delftia sp., dan bakteri bacillus cereus terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau (brassica juncea (l.) czern.) dengan sistem hidroponik nutrient film technique (nft). / Nadzifa
Abstrak
Komoditas pangan yang diunggulkan dari kelompok hortikultura karena memiliki kandungan nutrisi yang tinggi adalah tanaman sayur-sayuran salah satunya sawi hijau. Tanaman sawi hijau mengandung vitamin mineral dan serat pangan yang dibutuhkan oleh tubuh. Namun tingginya tingkat konsumsi dan permintaan pasar terhadap sawi hijau tidak diimbangi dengan tingkat produksinya. Produksi sawi di Indonesia mengalami penurunan pada tahun 2021 2022 sebesar 2 9% dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar 727.467 ton menjadi 706.305 ton. Penurunan ini disebabkan oleh konversi lahan dan kurangnya pemanfaatan teknologi budidaya. Penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus juga menyebabkan lahan rusak sehingga diperlukan pengaplikasian biofertilizer untuk membantu mempertahankan kualitas tanah dan meningkatkan produktivitas pangan berkelanjutan. Sistem hidroponik menjadi solusi karena keunggulannya dalam efisiensi penggunaan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh perlakuan dan menentukan konsentrasi optimal dari pemberian biofertilizer terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau. Sistem hidroponik yang digunakan adalah Nutrient Film Technique (NFT). Analisis hasil penelitian menggunakan Analisis Varian (Anova) Satu Jalur kemudian dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) 5 %. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh pemberian biofertilizer konsorsium tiga spesies bakteri Bacillus paramycoides Delftia sp. dan Bacillus cereus terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau (Brassica juncea (L.) Czern.). Konsentrasi optimal dalam penggunaan kombinasi AB Mix Biofertilizer pada setiap parameter yaitu perlakuan P2 (50 % AB Mix 50 % Biofertilizer) untuk pertumbuhan lebar daun perlakuan P3 (75 % AB Mix 25 % Biofertilizer) untuk pertumbuhan jumlah daun perlakuan P4 (100 % AB Mix) untuk pertumbuhan tinggi tanaman dan perlakuan P0 (100 % Biofertilizer) untuk pertumbuhan panjang akar.