Skripsi
Penggunaan metode adaptasi dalam menerjemahkan aspek budaya di dalam dongeng der rattenfänger von hameln dan respons pembaca terhadapnya /Larasati
Abstrak
Adaptasi merupakan salah satu metode penerjemahan yang menekankan budaya Bsa. Penggunaan metode adaptasi dapat mengatasi masalah perbedaan budaya dalam teks Bsu dengan pembaca Bsa. Penelitian ini mendeskripsikan penggunaan metode adaptasi dalam menerjemahkan aspek-aspek budaya dalam dongeng berbahasa Jerman Der Rattenf auml nger von Hameln karya Bruder Grimm ke dalam bahasa Indonesia. Selain itu penelitian ini mendeskripsikan respons pembaca terhadap dongeng Bsa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data penelitian berupa dongeng Bsu dan Bsa sedangkan datanya berupa kata frasa kalimat yang menunjukkan aspek budaya dalam dongeng Bsu dan Bsa. Selain itu data juga berupa kata frasa kalimat yang menunjukkan respons pembaca dongeng Bsa dalam transkrip wawancara tentang dongeng Bsa baik tentang unsur intrinsik maupun emosional. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan empat tahapan model analisis Miles Huberman (1988) yaitu pengumpulan data reduksi data penyajian data dan verifikasi atau pengambilan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada empat dari lima aspek kategori budaya Newmark dalam dongeng Bsu yaitu aspek budaya ekologi budaya material budaya sosial serta budaya organisasi sosial-politik dan administrasi. Respons pembaca dongeng Bsa secara umum baik dan menunjukkan bahwa dongeng Bsa dapat dipahami dan diterima.