Skripsi
Pemetaan kompetensi dan lingkup materi pada capaian pembelajaran bahasa Indonesia dalam kurikulum merdeka / Asheilla Ghivarin Febriani
Abstrak
Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang berbeda dengan kurikulum sebelumnya karena dikembangkan menggunakan pendekatan pengembangan kurikulum Understanding by Design (UbD) (McTighe amp Wiggins 2005). Kurikulum ini tidak lagi menggunakan istilah kompetensi inti dan kompetensi dasar (KI-KD) seperti pada Kurikulum 2013 dan Kurikulum Darurat melainkan menggunakan istilah capaian pembelajaran (CP) yang bersifat lebih abstrak. Konsep CP ini menuntut pendidik untuk merumuskan tujuan pembelajaran (TP) yang bersifat lebih konkret. TP memiliki dua komponen utama yaitu kompetensi dan lingkup materi. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kompetensi dan lingkup materi pada CP Bahasa Indonesia fase A ndash F dan contoh alur tujuan pembelajaran (ATP) yang disediakan di laman Merdeka Mengajar. Penelitian ini dilakukan dengan mengelompokkan kompetensi dan lingkup materi pada CP dan contoh ATP menggunakan teori Enam Faset Pemahaman (Mctighe amp Wiggins 2012) dan konsep Big Ideas (Mctighe amp Wiggins 2013). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang mengategorikan data berdasarkan teori yang digunakan. Penelitian ini menggunakan metode literatur sistematis yang dilakukan dengan membandingkan dokumen-dokumen yang ada dan dikaji berdasarkan teori yang digunakan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumen. Hasil dari penelitian ini terbagi menjadi dua penemuan yaitu (1) hasil pemetaan CP Bahasa Indonesia dan (2) hasil pemetaan TP Bahasa Indonesia. Pada CP Bahasa Indonesia hasil pemetaan kompetensi menunjukkan bahwa faset yang paling banyak digunakan adalah faset interpretasi (F2) dengan persentase 37 21% sedangkan faset yang paling sedikit digunakan adalah faset refleksi diri (F6) dengan persentase 0 00%. Sementara itu hasil pemetaan lingkup materi menunjukkan bahwa lingkup materi yang paling banyak digunakan adalah lingkup teks-teks nonfiksi (L3) dengan persentase 41 60% sedangkan lingkup materi yang paling sedikit digunakan adalah lingkup kaidah bahasa Indonesia (L5) dan lingkup aspek kebahasaan dan nonkebahasaan (L7) dengan persentase 1 60%. Pada TP Bahasa Indonesia hasil pemetaan kompetensi menunjukkan bahwa faset yang paling banyak digunakan adalah faset aplikasi (F3) dengan persentase 36 80% sedangkan faset yang paling sedikit digunakan adalah faset empati (F5) dengan persentase 1 97%. Sementara itu hasil pemetaan lingkup materi menunjukkan bahwa lingkup materi yang paling banyak digunakan adalah lingkup teks-teks nonfiksi (L3) dengan persentase 39 43% sedangkan lingkup materi yang paling sedikit digunakan adalah lingkup kaidah kebahasaan Indonesia (L5) dengan persentase 4 16%.