Tesis
Potensi Museum Siam sebagai penunjang buku teks sejarah Thailand / Porntip Mantab
Abstrak
Museum Siam bukanlah museum yang mengajak pengunjung untuk melihat benda-benda kuno melainkan museum dengan konsep naratif (narrative) yang berfokus pada cerita. Isi cerita disajikan melalui teknologi modern seperti permainan papan video game dengan sistem QR code dalam pameran utama serta kegiatan lainnya seperti diskusi pemutaran film dan workshop. Pameran permanen atau permanen seperti Decoding Thainess dan The Account of Thailand menunjukkan perkembangan sejarah Thailand dari zaman kuno hingga modern sementara pameran bergilir memperkenalkan topik baru tentang sejarah etnis dan pengetahuan lokal. Museum Siam ini berbeda dari museum lainnya. Misalnya museum di bawah Departemen Seni (The Fine Arts Department) seperti National Museum Bangkok (Phranakorn) akan menjadi jenis museum lain. Mereka memiliki harta benda yang berharga sehingga mereka menekankan benda sebagai yang utama. Mungkin mereka akan menampilkan keindahan dan sejarahnya. Sedangkan kami fokus pada topik dalam bercerita. Topik tersebut dapat dijelaskan melalui benda-benda permainan wawancara grafik komputer atau teknik lainnya. Oleh sebab itu Museum Siam memiliki variasi yang lebih banyak. Topik dalam pembuatan pameran di Museum Siam berasal dari para akademisi senior. Namun inti utamanya adalah Museum Siam tidak akan membuat pameran tentang sejarah yang jauh (sejarah arus utama) seperti mengangkat kembali masa Sukhothai-Ayutthaya karena topik tersebut sudah banyak dibahas oleh pihak lain. Karena orang yang datang ke Museum Siam tidak ingin mengetahui sejarah yang terlalu jauh dari kehidupan dan mendapatkan pesan atau pengalaman baru. Museum Siam memilih untuk menampilkan sejarah yang lebih dekat (sejarah arus kedua) seperti krisis Tom Yum Kung (Krisis Keuangan Asia 1997) terjadi pada tanggal 2 Juli 1997 Krisis keuangan ini berdampak besar dan merusak ekonomi Thailand serta menyebar ke seluruh kawasan ASEAN dan negara-negara lain di Asia hingga meningkat menjadi krisis keuangan. Ini adalah topik yang banyak orang pernah dengar tetapi mungkin tidak tahu detailnya. Kurikulum sejarah Thailand di pendidikan dasar dibagi berdasarkan era mulai dari pra-sejarah hingga modern termasuk Era Pra-sejarah yang membahas penempatan manusia pertama dan kehidupan masyarakat pra-sejarah seperti Ban Chiang dan Ban Kao Era Kuno yang mencakup Kerajaan Dvaravati Srivijaya dan Lavo serta hubungan perdagangan dengan negara lain Era Pertengahan yang mencakup Kerajaan Sukhothai Lanna dan Ayutthaya Era Baru yang meliputi kejatuhan Ayutthaya pendirian Kerajaan Thonburi dan Rattanakosin serta perubahan di masa Raja Rama IV dan V Era Kontemporer yang mencakup perubahan pemerintahan tahun 1932 dan situasi politik sosial dan ekonomi saat ini serta budaya dan masyarakat yang membahas budaya Thailand di setiap era dan hubungan antara sejarah dan budaya dalam masyarakat. Kurikulum ini juga menekankan keterampilan sejarah seperti analisis sumber penelitian dan komunikasi tentang peristiwa dan tokoh sejarah. Meskipun fokus banyak pada raja-raja kurikulum juga menyoroti peristiwa penting perubahan sosial dan peran raja dalam pembangunan negara dan proyek pengembangan termasuk pendidikan kesehatan dan ekonomi. Museum Siam dapat meningkatkan pembelajaran sejarah dengan menambah isi pembelajaran melalui pameran berbagai era sejarah mengadakan kunjungan luar kelas untuk pengalaman langsung menggunakan teknologi modern seperti media multimedia dan pameran interaktif serta mengadakan kegiatan dan lokakarya terkait sejarah seperti seni kuno dan penggalian arkeologi. Secara keseluruhan Museum Siam yang mencolok adalah Relationship atau interaksi antara manusia dan masyarakat. Untuk menciptakan museum yang hidup. Batasan Museum Siam cukup fleksibel dalam kerangka menciptakan pengetahuan di dua bidang utama yaitu sejarah masyarakat budaya dan gaya hidup Thailand serta pengetahuan tentang museologi.