Skripsi
Pengaruh olahraga intensitas tinggi terhadap gambaran histologi testis pada tikus jantan (rattus norvegicus strain wistar) / Al Mashuri Ghufron
Abstrak
GHUFRON A M. 2024. Pengaruh Olahraga Intensitas Tinggi Terhadap Gambaran Histologi Testis Pada Tikus Jantan (Rattus Norvegicus Strain Wistar) Skripsi Departemen Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang Pembimbing (I) Dr. dr. Rias Gesang Kinanti M.Kes (II) Dessy Amelia S.Keb Bd. M.Kes. Kata kunci Histologi testis tubulus seminiferus olahraga intensitas tinggi tikus. Aktifitas fisik yang dilakukan secara berlebihan dapat menimbulkan efek negatif hal ini dikarenakan dapat meningkatkan penggunakan oksigen sebanyak 10 sampai 15 kali lipat pada saat berolahraga sehingga dapat menyebabkan terjadi reactive oxygen species (ROS). Peningkatan oksigen pada aktivitas berlebih ini akan meningkatkan produksi radikal bebas. Pembentukan radikal bebas yang melebihi batas normal akan membuat sel mengalami kerusakan yang disebut stress oksidatif. Stres oksidatif adalah kondisi yang terjadi akibat ketidakseimbangan antara produksi atau kadar radikal bebas dengan antioksidan di dalam tubuh. Ketidakseimbangan tersebut dipicu oleh dua kondisi umum yaitu kurangnya antioksidan dan kelebihan produksi radikal bebas. Stres oksidatif mengakibatkan kerusakan endotel pembuluh darah yang dapat mengganggu pemberian nutrisi melalui pembuluh darah ke jaringan - jaringan pembentuk spermatozoa sehingga tahapan spermatogenesis pada organ testis tidak sempurna. Apabila sel ndash sel dan hormon pada testis mengalami gangguan maka tahapan spermatogenesis akan terganggu menyebabkan produksi spermatozoa berkurang dan pada akhirnya berujung pada masalah infertilitas. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran histologi testis pada tikus jantan (rattus norvegicus strain wistar) setelah diberi olahraga dengan intensitas tinggi. Penelitian ini menggunakan desain experimental laboratories dengan post test only control group. Sampel sebanyak 10 tikus wistar berumur 9-10 minggu yang dibagi menjadi 2 kelompok kelompok kontrol dan kelompok perlakuan dengan olahraga intensitas tinggi. Kelompok kontrol tanpa diberi perlakuan sedangkan kelompok perlakuan diberi latihan lari diatas treadmill intensitas tinggi dengan kecepatan 22-25 m/menit selama 15-20 menit dan istrahat selama 1-2 menit setiap setnya sampai dengan 3 latihan dilakukan selama 12 minggu. Pengambilan sampel dilakukan 12 jam setelah diberi perlakuan organ difiksasi pada formaldehid 10% selama 24 jam selanjutnya dibuat preparat histologi dengan pewarnaan Hematoxylin Eosin (HE). Variabel yang diperiksa adalah perubahan struktur histologi berupa jumlah sel spermatogenik pada tubulus seminiferus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah sel spermatogenik didalam tubulus seminiferus pada tikus kelompok perlakuan dengan olahraga intensitas tinggi lebih sedikit dibandingkan dengan kelompok kontrol tanpa perlakuan atau lebih banyak pada kelompok kontrol tanpa perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh pemberian olahraga intensitas tinggi yang berlebih terhadap gambaran histologi testis tikus dapat menyebabkan perubahan histologi berupa jumlah sel spermatogenik pada tubulus seminiferus menjadi lebih sedikit dibandingkan dengan kelompok kontrol.