Skripsi
Analisis aspek fisiologis dan antropometri atlet bola voli putra club bahana muda / Salman Al Farisi
Abstrak
Bola voli dikenal sebagai olahraga tim berselang-seling dengan teknis-taktis tinggi yang terdiri dari kombinasi berulang-ulang kekuatan ofensif dan defensif dengan intensitas tinggi dalam jangka waktu pendek. Pesatnya perkembangan olahraga bola voli juga mengakibatkan banyak munculnya klub bola voli di Indonesia. Sehingga hal tersebut dapat memicu persaingan-persaingan sehat antar atlet untuk lebih berprestasi. Teknik-teknik dalam permainan bola voli terdiri dari servis passing bawah dan passing atas blok dan smash. Keempat dasar teknik tersebut adalah modal dasar yang harus dipelajari dan dipraktikkan untuk tujuan awal. Selama ini pelatihan keterampilan bermain bola voli model yang sering dilakukan mulai dari servis passing atas passing bawah block dan smash. Untuk bisa meraih prestasi yang optimal sering dimanfaatkan peranan ilmu pengetahuan dan teknologi saat latihan sebelum pertadingan ataupun saat pertadingan olahraga itu berlangsung. Prestasi juga dapat dicapai seorang atlet apabila mempunyai kondisi fisik yang baik. Kondisi fisik yang baik tersebut dapat dipengaruhi oleh kondisi fisiologis dan antropometri individu tersebut. Fisiologi dalam olahraga merupakan salah satu bidang ilmu pengetahuan yang sering digunakan untuk meningkatkan performa pemain atau atlet untuk mendapatkan prestasi yang optimal. Ilmu yang mempelajari bagaimana perubahan fisiologis yang terjadi sebagai akibat olahraga disebut fisiologi olahraga. Kajian teori tentang fisiologi olahraga ini membahas tentang fungsi ndash fungsi kerja organ tubuh dan keterlibatan organ tubuh manusia dalam aktivitas gerak. Fisiologis atlet dapat diukur dengan tes Two Hand Medicine Ball Put Standing Long Jump Vertical Jump Push Up dan Sit up. Sedangkan antropometri atau umum disebut sebagai ukuran tubuh merupakan salah satu cara untuk menilai langsung status gizi individu khususnya keadaan energi dan protein tubuh dan merupakan indikator status gizi. Dalam bidang keolahragaan antropometri menjadi suatu bentuk tes pengukuran status gizi. Sebagai indikator status gizi antropometri dapat dilakukan dengan mengukur beberapa parameter diantaranya adalah tinggi badan (TB) berat badan (BB) umur (U) dan indeks massa tubuh (IMT). Antropometri juga dapat diukur dengan stadiometer dan timbangan Seca untuk mengetahui kaliper lipatan kulit dan termasuk tinggi badan massa tubuh dan persentase lemak tubuh (BF%). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non eksperimental yang memakai pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Dalam melaksanakan penelitian ini peneliti menggunakan pendekatakan kuantitatif. Hal ini dikarenakan data penelitiannya berupa angka-angka dan kemudian dianalisis menggunakan statistik. Sampel yang digunakan adalah atlet bola voli Putra Club Bahana Muda Kota Malang sebanyak 20 orang atlet. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa tes aspek fisiologis ditemukan 2 komponen fisik yang ldquo kurang sekali rdquo jika ditinjau dari rata-rata perolehan hasil tes atlet bola voli putra Club Bahana Muda yakni pada tes kelentukan dan kekuatan otot lengan dimana seharusnya kedua komponen tersebut harus dimiliki oleh atlet untuk menunjang prestasi mereka. Pada hasil tes yang menunjukkan hasil yang ldquo cukup rdquo adalah pada tes power otot lengan dan tes yang menunjukkan ldquo baik rdquo adalah tes kekuatan otot perut power otot tungkai daya ledak dan daya tahan. Sedangkan tes antrompometri guna untuk mengetahui keidealan bentuk tubuh atlet bola voli putra Club Bahana Muda dilakukan pengukuran IMT dan BF% dimana keduanya mendapatkan hasil rata-rata ldquo normal rdquo . Dengan kondisi bentuk tubuh atlet yang dikatakan normal tersebut diharapkan dapat menunjang para atlet untuk dapat melakukan gerakan-gerakan atau teknik dalam cabor bola voli dengan tepat. Selain hal tersebut juga ditemukan fakta bahwa adanya keterkaitan antara kemampuan fisiologis dengan kondisi antropometri atlet. Atlet yang mempunyai postur antropometri yang baik maka hasil fisiologisnya juga baik.