Skripsi
Efektivitas larvasida alami dari ekstrak daun sirih (piper betle linn) dan daun jeruk nipis (citrus aurantifolia) terhadap mortalitas larva nyamuk aedes aegypti / Desbiul Qodriyah
Abstrak
Nyamuk Aedes aegypti merupakan vektor utama penyebaran virus dengue yang menyebabkan demam berdarah. Penggunaan larvasida kimia temefos (Abate) dalam pengendalian vektor dapat menyebabkan resistensi karena residunya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas larvasida alami yang berasal dari ekstrak daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dan daun sirih (Piper Betle L.) terhadap mortalitas larva nyamuk Aedes aegypti. Penelitian kuasi-eksperimental ini menggunakan desain posttest-only control group dengan konsentrasi ekstrak 10% 15% dan 20%. Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan yang signifikan antar perlakuan pada setiap waktu pengamatan (p lt 0.05). Uji Mann-Whitney mengungkapkan bahwa ekstrak daun sirih 20% paling efektif pada jam ke-1 ekstrak daun sirih 15% pada jam ke-2 dan ekstrak daun sirih 10% pada jam ke-3. Ekstrak jeruk nipis 20% efektif di jam ke-1 sedangkan konsentrasi 10% menunjukkan efektivitas yang lebih stabil hingga jam ke-24. Kombinasi kedua ekstrak dengan konsentrasi 20% memberikan efektivitas tertinggi pada jam ke-1 namun pada jam ke-24 semua konsentrasi kombinasi menunjukkan efektivitas yang setara dengan kontrol positif (p 1.000). Dapat disimpulkan bahwa kombinasi ekstrak daun sirih dan jeruk nipis konsentrasi 10% merupakan larvasida yang paling efektif karena memberikan hasil yang setara dengan konsentrasi yang lebih tinggi namun lebih ekonomis. Temuan ini memberikan bukti bahwa ekstrak dari daun jeruk nipis dan daun sirih dapat berfungsi sebagai larvasida alami yang aman bagi lingkungan dan sangat efektif. Disarankan untuk mengembangkan dan menguji kombinasi ekstrak ini dalam skala yang lebih besar dan di lapangan