Disertasi
Pengembangan monograf geografi lingkungan berbasis kearifan lokal di Kabupaten Probolinggo / Andri Estining Sejati
Abstrak
Kesesuaian kearifan lokal yang terkait dengan lingkungan dengan materi pada geografi lingkungan dan kurikulum serta kepentingan stakeholder menjadi dasar dibutuhkannya pengembangan monongraf geografi lingkungan berbasis kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengidentifikasi kearifan lokal suku Tengger dalam pelestarian lingkungan di upland Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo 2) mengidentifikasi kearifan lokal suku Jawa dalam pelestarian lingkungan di middleland Kecamatan Lumbang Kabupaten Probolinggo 3) mengidentifikasi kearifan lokal suku Madura dalam pelestarian lingkungan di lowland Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo 4) menghasilkan produk monograf geografi lingkungan berbasis kearifan lokal di Kabupaten Probolinggo. Tujuan penelitian satu sampai dengan tiga dilakukan dengan menggunakan kualitatif etnografi pada rangkaian penelitian dan pengembangan tahap Define sedangkan tujuan penelitian empat dijawab menggunakan penelitian dan pengembangan model 4-D. Penelitian dilakukan pada tahun 2022-2024 melibatkan 24 subjek. Informan kunci terdiri dari 24 orang yang terdiri atas tokoh adat pemerintahan desa dan warga. Subjek ujicoba pada mahasiswa S1 Geografi FIS UM. Pengumpulan data melalui observasi wawancara mendalam dokumentasi dan angket. Analisis data dengan penentuan tema budaya dan persentase tingkat pencapaian monograf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) upacara adat yang terikat dengan kalender Tengger yang sesuai dengan pelestarian lingkungan adalah pujan kasanga pujan kasada dan unan-unan. Upacara adat yang tidak terkait dengan kalender yang sesuai dengan pelestarian lingkungan adalah barikan. Kegiatan sehari hari yang sesuai dengan pelestarian lingkungan adalah menempatkan tempat sakral tigo weningan keyakinan tanah suci Tengger dan pelestarian sumber air di khususnya di sumber utama Gunung Widodaren. 2) Upacara adat yang terikat dengan kalender yang sesuai dengan pelestarian lingkungan adalah Persembahan Mbah Sujud dengan zona pelestarian hutan seluas lima hektar. Kegiatan sehari hari yang sesuai dengan pelestarian lingkungan adalah penanaman pohon buah dan pohon hutan produksi pertanian berkelanjutan agroforesty dan pelestarian air di tempat tertentu pada area air terjun Madakaripura. 3) Upacara adat yang terikat dengan kalender yang sesuai dengan pelestarian lingkungan adalah petik laut di Selat Madura. Kegiatan sehari hari yang sesuai dengan nilai pelestarian lingkungan adalah alat tangkap sederhana area yang dihormati di laut (karang) maupun darat (Goa Kucing) peternakan Kambing berkelanjutan dan pelestarian air di tempat tertentu pada area Sumur Jodoh dan penggunaan sumur yang dangkal. 4) Monograf kearifan lokal dan geografi lingkungan yang dikembangkan dengan model 4-D mendapatkan kriteria sangat sangat layak.