Skripsi
Penciptaan busana ready to wear \"precious\" dengan sumber inspirasi rumah adat tongkonan / Dini Maylindar
Abstrak
Busana ready to wear ldquo Precious rdquo merupakan busana ready to wear yang dibuat dengan sumber inspirasi rumah adat Tongkonan. ldquo Precious rdquo memiliki arti berharga. Kata tersebut diambil dari salah satu makna bagian rumah adat Tongkonan yaitu bagian atap rumah. Salah satu komponen rumah adat Tongkonan memiliki filosofi berharga karena dapat menyimpan sebuah benda pusaka berupa tombak keris pedang dll. Pemilihan sumber inspirasi didasarkan isu bahwa rumah adat Tongkonan telah mengalami kerusakan akibat serangan rayap cuaca dan kurangnya perawatan serta perubahan sosial yang lebih modernisasi. Pemilihan sumber inspirasi rumah adat Tongkonan diharapkan masyarakat dapat lebih melestarikan kebudayaan di Indonesia yang hampir punah. Rumah adat Tongkonan diimplementasikan ke dalam siluet busana bentuk busana manipulating fabric dan aksesoris busana. Penciptaan busana ready to wear ldquo Precious rdquo juga mengangkat kain tenun dengan motif pa rsquo sekong kandaure yang diambil dari salah satu hiasan dinding dari rumah adat Tongkonan. Tujuan dari penciptaan ini adalah 1) Menjelaskan konsep dari penciptaan busana ready to wear ldquo Precious rdquo dengan sumber inspirasi rumah adat Tongkonan 2) Mewujudkan busana ready to wear ldquo Precious rdquo dengan sumber inspirasi rumah adat Tongkonan 3) Menyajikan hasil akhir dari penciptaan busana ready to wear ldquo Precious rdquo dengan sumber inspirasi rumah adat Tongkonan. Penciptaan busana ready to wear ldquo Precious rdquo menggunakan metode Practice-led Research dengan jenis pre-factum oleh Hendriyana (2021). Metode ini memiliki empat tahapan yaitu pra-perancangan perancangan perwujudan dan penyajian karya. Tahap pra-perancangan yang dilakukan adalah mengetahui isu permasalahan atau mengeksplorasi permasalahan sehingga diperoleh sumber ide tema dan judul. Eksplorasi dilakukan pembuatan mind mapping moodboard storyboard. Tahap selanjutnya yaitu perancangan yang terdapat proses merancang busana ldquo Precious rdquo dengan jumlah 3 desain. 3 desain busana kemudian dipilih 2 desain oleh kurator untuk kemudian diwujudkan. Tahap perancangan terdapat desain busana desain produksi 1 2 dan 3. Setelah dipilih 2 rancangan desain busana langkah selanjutnya adalah mewujudkan rancangan desain menjadi produk busana. Tahap ini disebut dengan perwujudan. Dalam tahap perwujudan terdapat beberapa tahapan yaitu mengambil ukuran pembuatan pola merancang kebutuhan harga bahan busana memotong bahan dan menjahit. Setelah busana diwujudkan produk busana ldquo Precious rdquo akan melalui tahap evaluasi untuk mendapatkan masukan dan saran dari kurator. Tahap yang terakhir adalah penyajian karya. Karya busana yang telah melalui tahap pra-perancangan perancangan dan perwujudan kemudian akan disajikan dalam bentuk publikasi karya ilmiah berupa artikel HKI dan disajikan dalam acara pameran dan pagelaran cipta busana yaitu Grand Show Tata Busana UM 2023 dan Malang Fashion Week 2023. Tujuan dari tahap penyajian yaitu untuk mendapatkan pemaknaan karya dan apresiasi apakah karya tersebut yang telah dibuat sesuai dengan target serta tujuan penciptaan atau belum. Hasil dari penciptaan ini adalah busana ready to wear dengan judul ldquo Precious rdquo yang terdiri dari dua look. Hasil dari penciptaan busana ldquo Precious rdquo look 1 terdiri dari lima items meliputi blus outer tali sabuk dan celana. Material yang digunakan adalah kain katun madina toyobo dan kain tenun dengan motif Toraja. Kain tenun dengan motif Toraja yang digunakan adalah motif pa rsquo sekong kandaure yang diaplikasikan bagian outer dan celana. Manipulating fabric pleats diterapkan pada blus dan lengan outer. Pada busana ldquo Precious rdquo look 2 terdiri dari empat items meliputi blus blazer sabuk dan rok knife pleats. Material yang digunakan adalah kain katun madina toyobo dan kain tenun dengan motif Toraja. Kain tenun dengan motif Toraja yang digunakan adalah motif pa rsquo sekong kandaure yang diaplikasikan bagian lengan cape blazer dan layer rok. Manipulating fabric pleats diterapkan pada rok. Berdasarkan hasil penciptaan ini terdapat saran bagi mahasiswa diharapkan dapat digunakan sebagai bahan acuan atau referensi jika ingin melakukan penciptaan karya busana yang memadukan trend fashion dengan unsur budaya. Bagi lembaga diharapkan dapat menjadi referensi pada mata kuliah yang relevan. Bagi masyarakat diharapkan dapat mengupayakan pelestarian kebudayaan terutama suku Toraja. Bagi pencipta karya sejenis penciptaan ini dapat disempurnakan dengan mempertajam eksplorasi tema ide konsep dan memilih teknik yang lebih praktis dalam proses produksi busana.