Skripsi
Penciptaan busana ready to wear \"nyaga kramane\" dengan sumber ide inspirasi tari tradisional barong bali / Tria Agata Estu Rahajeng
Abstrak
Busana ldquo Nyaga Kraman eacute rdquo merupakan busana ready to wear dengan sumber ide inspirasi tari tradisional barong Bali. Tari tradisional barong merupakan tarian khas dari Bali yang menceritakan tentang pertarungan antara kebaikan (Barong) dan kejahatan (Rangda). Hal ndash hal dari tari tradisional barong Bali yang akan diimplementasikan ke dalam busana adalah keunikan dari segi cerita maupun dari segi kostum tokoh barong. Keunikan cerita dan kostum tokoh barong yang akan diimplementasikan ke dalam busana seperti makna judul busana teknik digital printing hiasan busana pemilihan warna dan aksesoris busana. Pemilihan sumber ide terinspirasi dari tari tradisional barong Bali dengan memadukan kain khas Bali yaitu kain tenun endek yang diharapkan untuk memperkenalkan kepada generasi muda agar lebih tertarik dan melestarikan kesenian tradisional tari barong Bali. Tujuan dari penciptaan ini adalah 1) Menjelaskan konsep penciptaan busana ready to wear ldquo Nyaga Kraman eacute rdquo dengan sumber inspirasi tari tradisional Barong Bali 2) Mewujudkan busana ready to wear ldquo Nyaga Kraman eacute rdquo dengan sumber inspirasi tari tradisional Barong Bali 3) Menyajikan hasil akhir dari penciptaan busana ready to wear ldquo Nyaga Kraman eacute rdquo dengan sumber inspirasi tari tradisional Barong Bali. Metode yang digunakan dalam penciptaan ini adalah metode perancangan/penciptaan karya oleh Hendriyana (2021). Jenis metode yang digunakan yaitu Practice-led Research dan dengan jenis penelitian Pre-factum. Metode ini terdiri dari empat tahapan yaitu tahap pra-perancangan perancangan perwujudan dan penyajian. Hal yang dilakukan dalam tahap pra-perancangan adalah menentukan tema menentukan sumber ide membuat mind mapping moodboard dan storyboard. Tahap selanjutnya adalah perancangan yang memuat proses merancang busana rdquo Nyaga Kraman eacute rdquo dengan jumlah 5 desain alternatif 5 desain alternatif busana kemudian dipilih 2 desain oleh kurator yang kemudian diwujudkan. Dalam tahap perancangan memuat rancangan desain busana serta desain prosuksi 1 dan 2. Setelah melakukan tahap perancangan pada dua desain busana selanjutnya adalah tahap perwujudan. Dalam tahap perwujudan memuat proses dalam mewujudkan busana dan evaluasi. Dalam mewujudkan busana terdapat tahapan meliputi pengambilan ukuran merancang kebutuhan bahan dan harga pembuatan pola dan menjahit busana. Setelah busana diwujudkan produk busana akan melalui tahap evaluasi untuk mendapatkan saran dan masukan dari kurator. Tahap terakhir dalam metode penciptaan yaitu penyajian karya. Karya yang telah melalui tahap pra-perancangan perancangan dan perwujudan akan disajikan ke dalam penyajian karya berupa publikasi karya ilmiah berupa artikel sinta 4 pembuatan HKI dan disajikan ke dalam acara pagelaran cipta busana yaitu Grandshow Tata Busana UM 2023. Tahap penyajian bertujuan mendapatkan apresiasi dan pemaknaan karya apakah karya busana yang dibuat sesuai dengan target dan tujuan penciptaanya atau belum. Hasil dari penciptaan busana ini adalah busana ready to wear dengan judul ldquo Nyaga Kraman eacute rdquo yang terdiri dari dua look. Hasil dari penciptaan busana ldquo Nyaga Kraman eacute rdquo look 1 terdiri dari empat item yang meliputi blus rok outer dan obi belt. Terdapat hiasan busana tassel pada outer bagian atas depan dan belakang dan pengaplikasian teknik digital printing berupa gambar topeng barong pada outer bagian bawah. Pada busana rdquo Nyaga Kraman eacute rdquo look 2 terdiri dari tiga item yang meliputi dress outer dan obi belt. Terdapat hiasan busana tassel pada outer kimono bagian atas depan dan belakang serta pengaplikasian teknik digital printing berupa gambar topeng barong pada dress bagian dada dan bawah dress. Material bahan yang digunakan dalam kedua look busana rdquo Nyaga Kraman eacute rdquo adalah kain tenun endek polos dan kain tenun endek motif patra. Aksesoris yang digunakan pada kedua look tersebut adalah head piece kalung manik ndash manik dan anting ndash anting tassel. Berdasarkan hasil penciptaan ini terdapat saran bagi mahasiswa yaitu dapat berfungsi sebagai bahan referensi atau acuan dan pengalaman baru dalam menciptakan karya selanjutnya dengan trend fashion masa kini dengan unsur budaya di Indonesia. Bagi lembaga diharapkan menjadi sumber referensi dalam mata kuliah yang relevan. Bagi masyarakat diharapkan melalui penciptaan ini dapat memperkenalkan kepada generasi muda masyarakat Indonesia tentang warisan budaya Bali untuk membantu dalam melestarikan budaya kesenian tradisional agar tidak luntur atau hilang. Bagi penciptaan karya sejenis penciptaan ini dapat disempurnakan dengan memperluas eksplorasi dan menyesuaikan korelasi tema ide dan konsep khususnya penerapan hiasan busana berupa tassel dan teknik digital printing gambar topeng barong yang diterapkan pada busana dengan memperhatikan peletakannya pada busana serta pemilihan teknik yang lebih praktis dalam proses produksi busana.