Skripsi
Penciptaan busana ready to wear \"berama\" dengan sumber inspirasi tradisi peresean suku sasak Lombok / Alfina Fadlliyatun Nafaro
Abstrak
Busana ready to wear ldquo Berama rdquo merupakan busana ready to wear yang dibuat dengan mengambil sumber inspirasi Tradisi Peresean yang berasal dari Suku Sasak Lombok. Kata ldquo Berama rdquo berasal dari bahasa Sansekerta yang memiliki arti indah dan mengagumkan. Bahasa Sansekerta merupakan bahasa suci umat beragama Hindu Buddha dan Jain. Penulis memilih bahasa ini dikarenakan setiap kata atau istilah dari bahasa sansekerta memiliki makna mendalam khususnya dalam hal spiritual dan filosofi. Sedangkan tradisi Peresean merupakan salah satu warisan nenek moyang yang berasal dari Suku Sasak Lombok. Namun seiring perkembangan zaman eksistensi Tradisi Peresean mulai punah karena kurangnya sarana prasarana oleh pemerintah serta partisipasi masyarakat setempat. Perlu adanya upaya untuk melestarikan tradisi tersebut dengan mengimplementasikan ke dalam siluet busana creative fabric anyaman weaving serta aksesoris busana. Busana ldquo Berama rdquo juga mengangkat motif kain tenun ikat khas dari Pulau Lombok. Pemilihan kain tenun ikat troso motif khas Lombok dan creative fabric anyaman weaving terinspirasi dari kebudayaan masyarakat Suku Sasak Lombok yang ahli dalam menenun sejak kecil khususnya kaum perempuan. Tujuan dari penciptaan ini adalah 1) Menganalisis konsep ide tema dan tujuan pada pra-perancangan penciptaan busana ready to wear ldquo Berama rdquo dengan sumber inspirasi tradisi Peresean suku Sasak Lombok 2) Merancang desain sketsa hingga desain produksi busana ready to wear ldquo Berama rdquo dengan sumber inspirasi tradisi Peresean suku Sasak Lombok 3) Mewujudkan penciptaan busana ready to wear ldquo Berama rdquo dengan sumber inspirasi tradisi Peresean suku Sasak Lombok dan 4) Menyajikan karya busana ready to wear ldquo Berama rdquo dengan sumber inspirasi tradisi Peresean suku Sasak Lombok. Penciptaan busana ready to wear ldquo Berama rdquo menggunakan metode Practice-Ied Research dengan jenis pre-factum (Hendriyana 2021). Metode ini memiliki empat tahapan yaitu pra-perancangan perancangan perwujudan dan penyajian karya. Pada tahap pra-perancangan adalah mengetahui isu permasalahan sehingga diperoleh sumber ide tema dan judul. Tahap perancangan adalah proses merancang busana ldquo Berama rdquo sejumlah 6 desain alternatif kemudian dipilih 2 desain oleh kurator untuk kemudian diwujudkan dalam bentuk karya cipta busana. Dalam proses perwujudan busana langkah yang ditempuh meliputi pengambilan ukuran pembuatan pola merancang kebutuhan harga bahan busana memotong bahan dan menjahit. Tahap yang terakhir adalah penyajian karya hasil karya busana disajikan dalam acara pameran dan pagelaran cipta busana yaitu Grand Show Tata Busana ldquo Multiverse rdquo UM 2023 Harris Playtopia Duta Hijab Radar Malang Favorit 2024 Duta Kampus UNISMA 2024 Duta Fakultas Psikologi UIN Malang 2024. Hasil dari penciptaan ini adalah busana ready to wear dengan judul ldquo Berama rdquo yang terdiri dari dua look busana. Hasil dari penciptaan busana ldquo Berama rdquo look 1 ini meliputi 1) Inner busana 2) Rompi 3) Obi belt dan 4) Rok A-line asimetris. Sedangkan pada busana ldquo Berama rdquo look 2 meliputi 1) Inner busana berjenis kerah shanghai 2) Vest 3) Outer midi 4) rok A-line 5) Wide belt dengan layer plisket gradasi. Kedua karya busana tersebut menggunakan beberapa material antara lain 1) Kain duchess warna merah maroon 2) Kain satin silk warna merah maroon 3) Kain semi wool warna hitam 4) Kain katun madinah warna light grey 5) Kain gradasi santorini dan 6) Kain tenun ikat khas Pulau Lombok. Aksesoris yang digunakan yaitu kacamata hitam bucket hat serta sepatu boots. Berdasarkan hasil penciptaan busana ini terdapat beberapa saran antara lain 1) Melakukan pengamatan dan analisis lebih dalam mengenai hasil kerajinan kain tenuun beserta motifnya serta tradisi Peresean Suku Sasak 2) Melakukan riset dan meneliti terlebih dahulu tren fashion yang sedang menjadi objek/sasaran hangat para pengamat fashion saat ini 3) Melakukan quality control secara lebih teliti selama proses penjahitan hingga finishing busana dan 4) Mengenalkan busana ldquo Berama rdquo di media sosial maupun platform digital dengan membuat konten-konten menarik mengenai filosofi dan ciri khas busana agar memiliki daya tarik khusus bagi masyarakat khususnya pengamat fashion.